Jakarta, IDN Times - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyoroti risiko fiskal di balik program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Risiko tersebut muncul dari skema pembiayaan mencapai Rp240 triliun.
LPEM FEB UI menilai Indonesia tengah menghadapi krisis kredibilitas fiskal akibat semakin luasnya cakupan kebijakan fiskal. Kondisi itu berkaitan dengan akumulasi berbagai program besar berbiaya mahal yang tata kelolanya dinilai berada di luar disiplin fiskal.
"Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satunya. Lebih dari 83.000 KDMP telah berbadan hukum sejak terbitnya Instruksi Presiden No. 9/2025. Namun, pelaksanaannya berulang kali mundur," tulis LPEM FEB UI dikutip IDN Times, Selasa (15/9/2026).
Target awal operasi penuh pada Maret 2026 bergeser. Pada Juli 2026, sekitar 16 ribu unit ditargetkan selesai dibangun secara fisik. Kemudian sekitar 35 ribu unit ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus dan 40 ribu unit ditargetkan beroperasi hingga akhir 2026. Sementara itu, layanan simpan pinjam KDMP masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).
