Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KSAD Maruli Bantah TNI Gusur SD di Ende demi KDMP

KSAD Maruli Bantah TNI Gusur SD di Ende demi KDMP
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya Sih
Gini Kak

  • KSAD Maruli Simanjuntak membantah tudingan bahwa TNI menggusur sekolah dasar di Ende demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menegaskan hal itu tidak masuk akal dan perlu klarifikasi menyeluruh.
  • Mabes TNI menjelaskan alat berat proyek KDMP hanya bermanuver di belakang sekolah hingga mengenai tiang bangunan, lalu berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk penyesuaian sementara lokasi.
  • TNI menilai video viral di media sosial memuat narasi menyesatkan yang dapat merusak citra institusi, karena tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak membantah tudingan bahwa TNI menggusur sekolah dasar di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Pernyataan itu disampaikan Maruli usai menghadiri rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI terkait Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurut Maruli, informasi yang beredar di media sosial perlu diklarifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Maruli menilai tidak masuk akal apabila ada pihak yang membubarkan sekolah yang telah terdaftar secara resmi di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ya itu banyak berita yang harus kita klarifikasi ya, kayaknya nggak mungkin, se, apa namanya ekstrem itu ya, masa ada sekolah yang ditiadakan gitu. Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail kita klarifikasi ya," kata Maruli.

2. Mabes TNI jelaskan kronologi viral SD di Ende dan pembangunan KDMP

Maruli Simanjuntak, KSAD
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika memberikan pemaparan di Universitas Pertahanan di Sentul, Jawa Barat. (Dokumentasi TNI AD)

Ia menegaskan akan menelusuri langsung informasi tersebut untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

"Tapi menurut saya nggak, nggak, normal kalau ada orang membubarkan sekolah sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar di P&K. Nanti kita coba cek," katanya.

Maruli juga menilai banyak informasi yang berkembang di media sosial belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Nggak ada, cuma sibuk di media aja kadang-kadang begini, begitu. Tapi realistisnya kan nggak mungkin ada skolah yang sudah terdaftar di P&K terus ditiadakan. Wah ini bisa kena tuntutan hukum dia," ujar dia.

2. Mabes TNI buka suara soal TNI gusur SD demi pembangunan KDMP

Muhammad Nas, Kapuspen Mabes TNI
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas (ketiga dari kiri) ketika memberikan keterangan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas memberikan klarifikasi terkait video viral yang menyebut TNI merusak sekolah dasar negeri di Ende demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Nas, pembangunan KDMP membutuhkan akses jalan tambahan menuju lokasi. Jalur tersebut berada di belakang area sekolah sehingga diperlukan manuver alat berat.

"Jadi, bukan KDMP ditaruh untuk menggantikan (keberadaan) sekolah," ujar Nas saat memberikan keterangan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, saat proses pekerjaan berlangsung, alat berat sempat mengenai salah satu tiang di bagian pojok bangunan sekolah.

"Pas manuver alat berat kena tiang (sekolah) yang pojok. Babinsa dan dandim kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah, lurah dan kepala desa untuk bertanya apakah bisa digeser sejenak (lokasi sekolah). Setelah itu, akan dikembalikan lagi," tutur Jenderal bintang satu itu.

3. TNI sebut narasi di media sosial berpotensi menyesatkan publik

Muhammad Nas
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas ketika memberikan keterangan kepada media di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Muhammad Nas mengatakan video yang beredar direkam secara amatir dan kemudian viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut terlihat alat berat beroperasi di sekitar sekolah. Seorang warga juga tampak memprotes aktivitas yang berlangsung di lokasi.

Menurut Nas, narasi yang menyertai video tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Kemudian caption-nya (di media sosial), babinsa lebih mengutamakan KDMP dibandingkan sekolah. Narasi semacam ini sangat berbahaya. Apalagi masyarakat kita tidak melihat, mencari tahu dan mendalami fakta yang sebenarnya," katanya.

Ia menegaskan informasi yang belum terverifikasi berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap institusi TNI.

Narasi yang telanjur viral, lanjut Nas, dinilai telah memengaruhi citra TNI meskipun fakta di lapangan disebut berbeda dengan tudingan yang beredar.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More