Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)
Sepanjang perjalanan kariernya, Martha menerima sejumlah penghargaan. Pada 2008, ia memperoleh Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards.
Pada 2012, Martha menerima Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT dan Ganesa Widya Jasa Utama dari Institut Teknologi Bandung. Empat tahun kemudian, pemerintah Indonesia menganugerahinya Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada 2016.
Martha juga menerima penghargaan dari United Nations Global Compact. Pada 2010, dia memperoleh The Outstanding Contribution 2000–2010 atas komitmennya dalam mendukung dan menerapkan prinsip-prinsip Global Compact.
Pada 2018, dia menerima SDG Pioneer 2018 dari lembaga yang sama atas kiprahnya dalam mendorong keberlanjutan melalui keterlibatan masyarakat.
Di luar dunia usaha, Martha dikenal memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya, pengembangan pengetahuan herbal Indonesia, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Melalui karya tulis dan berbagai kegiatannya, dia berupaya mewariskan pengetahuan serta mendorong perempuan Indonesia untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.
Dalam kehidupan keluarga, Martha merupakan istri dari almarhum Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, tokoh pendidikan Indonesia. Ia memiliki empat anak, yakni Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Tilaar, dan Dr. Kilala Tilaar.
Martha juga memiliki sembilan cucu, yaitu Zefanya Armania, Kaisarea Mareliz Sudjarwo, Alrismany Abigail Sudjarwo, Natanael Alexis Tilaarputra Warisman, Anjani Anatolia Widarto, Atira Aurelia Widarto, Sophia Eleanor Tilaar, Olivia Teresa Tilaar, dan Henry David Alexander Tilaar.
Bagi keluarga, Martha bukan hanya seorang ibu dan nenek, tetapi juga sosok yang mewariskan ketekunan, keberanian, dan nilai-nilai kehidupan.