Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KJRI Penang Fasilitasi Kontrak Dagang Rp83 Miliar di TEI 2026

3 min read
KJRI Penang Fasilitasi Kontrak Dagang Rp83 Miliar di TEI 2026
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang memfasilitasi penandatanganan empat kontrak dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia. (Dok/Istimewa).
  • KJRI Penang memfasilitasi empat kontrak dagang Indonesia-Malaysia senilai 4,64 juta dolar AS atau sekitar Rp83 miliar pada TEI 2026 di Tangerang.
  • Nilai kontrak meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 1,44 juta dolar AS pada TEI 2025, mencakup kopi, teh, sarung, dan kain printing.
  • KJRI Penang mengajak pengusaha dari Penang, Kedah, dan Perlis mengikuti business matching untuk mendukung ekspor nonmigas Indonesia serta memperluas mitra dagang ASEAN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang memfasilitasi penandatanganan empat kontrak dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia dengan total nilai mencapai 4,64 juta dolar AS atau sekitar Rp83 miliar dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Nilai kontrak dagang tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan capaian TEI 2025 yang sebesar 1,44 juta dolar AS. Adapun penandatanganan kontrak dagang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada 14 Oktober 2026. Kesepakatan tersebut mencakup perdagangan komoditas kopi, teh, serta produk tekstil berupa sarung dan kain printing.

  1. 1. Cerminkan peran aktif KJRI Penang perkuat hubungan dagang Indonesia-Malaysia

    WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.44.49 (1).jpeg
    Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang memfasilitasi penandatanganan empat kontrak dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia. (Dok/Istimewa).

    Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih mengatakan, capaian tersebut mencerminkan peran aktif KJRI Penang dalam memfasilitasi dan memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.

    “Peningkatan nilai kontrak dagang ini menunjukkan bahwa upaya promosi produk Indonesia dan fasilitasi pertemuan bisnis yang dilakukan KJRI Penang memberikan hasil yang positif. Berbagai kesepakatan ini menunjukkan tingginya potensi produk Indonesia untuk terus memperluas penetrasi pasar Malaysia,” ujar Wanton dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

  2. 2. Daftar perusahaan yang sepakati kontrak

    Ilustrasi Ekspor (Dok. IDN Times)
    Ilustrasi Ekspor (Dok. IDN Times)

    Komoditas kopi, Fairtrade Commodities Sdn. Bhd., perusahaan importir kopi dan teh asal Penang, Malaysia, menyepakati kontrak senilai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp35,7 miliar dengan PT Coffee Trade Factory. Sementara itu, Aromatic Flavours & Extracts Sdn. Bhd. menyepakati pembelian teh senilai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17,8 miliar dari PT Fair Trade Commodities.

    Adapun dua produsen sarung asal Indonesia, PT Panggung Jaya Indah (PAJITEX), produsen sarung bermerek Mangga; dan PT Prima Fara Textile, produsen sarung Gajah Duduk, kembali menjalin kerja sama perdagangan dengan perusahaan tekstil asal Kedah, Malaysia, M. Chuharmall Sdn. Bhd.

    Dengan demikian, kedua perusahaan tersebut akan memasok berbagai jenis sarung dan kain printing melalui dua kontrak dagang dengan total nilai 1,63 juta dolar AS atau sekitar Rp29 miliar.

  3. 3. Upaya pemerintah tingkatkan ekspor nonmigas dan perluas jaringan mitra dagang di ASEAN

    WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.44.49.jpeg
    Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang memfasilitasi penandatanganan empat kontrak dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia. (Dok/Istimewa).

    Menurut Wanton, fasilitasi perdagangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan ekspor nonmigas dan memperluas jaringan mitra dagang di kawasan ASEAN.

    KJRI Penang juga menggalang partisipasi sejumlah pengusaha dari wilayah kerjanya, yang meliputi Penang, Kedah, dan Perlis, untuk mengikuti kegiatan business matching dalam TEI 2026. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha Malaysia dapat bertemu langsung dengan produsen dan eksportir Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama komersial baru.

    "Partisipasi pengusaha Malaysia dalam TEI 2026 diharapkan dapat memperluas jaringan bisnis sekaligus membuka peluang perdagangan yang berkelanjutan bagi produk Indonesia di pasar Malaysia," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More