Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkeu Ungkap Prabowo Ingin Cuan Danantara Disisihkan, Ini Tujuannya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).
  • Pemerintah berencana menyisihkan sebagian keuntungan Danantara menjadi cadangan kas, atas ide Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat fiskal dan membantu mengurangi utang.
  • Mekanisme pemanfaatan keuntungan Danantara masih dibahas, termasuk kemungkinan pencatatan sebagai PNBP; Menteri Keuangan Purbaya belum merinci bentuk skemanya.
  • Purbaya menegaskan kas pemerintah tetap kuat dengan sekitar Rp400 triliun di perbankan; pemanfaatan keuntungan Danantara dimulai bertahap pada 2026, tetapi bukan Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo ingin sebagian uang untung Danantara disimpan untuk pemerintah. Kata Pak Purbaya, uang itu bisa membantu mengurangi utang negara. Pemerintah masih membicarakan caranya dengan Danantara. Pemerintah punya sekitar Rp400 triliun di bank. Rencana ini akan mulai tahun ini, tapi bukan bulan Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah menempatkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai cadangan kas pemerintah.

Langkah tersebut merupakan ide Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kondisi fiskal, sekaligus membantu mengurangi utang pemerintah.

"Saya bilang ide Presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah, sehingga itu bisa mengurangi utang kita juga," kata Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Rabu (12/8/2026).

1. Belum dijelaskan detail mekanismenya

Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Meski demikian, Purbaya belum menjelaskan secara rinci mekanisme pemanfaatan keuntungan Danantara tersebut. Pemerintah masih membahas skema yang paling tepat, termasuk kemungkinan apakah dana tersebut akan dicatat sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Nanti kita tentukan bentuknya ke depan," ujar Purbaya.

2. Bantah likuiditas APBN ketat

ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya membantah rencana tersebut muncul karena kondisi fiskal pemerintah tengah kekurangan likuiditas. Ia menegaskan posisi kas pemerintah masih kuat. Menurutnya, saat ini masih terdapat sekitar Rp400 triliun dana pemerintah yang tersimpan di perbankan.

"Tadi katanya mau suruh ngurangin utang. Begitu ada alat untuk mengurangi utang ribut, kesannya seret. Gak, uang saya masih banyak tuh di bank, ada Rp400 triliun sekarang," ujar Purbaya.

3. Pemanfaatan sebagian keuntungan Danantara untuk kepentingan pemerintah dimulai tahun ini

Ilustrasi APBN. (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya menjelaskan, pemerintah tengah mendorong efisiensi pendapatan sekaligus menjaga kesinambungan anggaran negara. Untuk itu, pemerintah akan mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan, termasuk keuntungan dari Danantara, guna memperkuat pengelolaan fiskal.

Purbaya mengatakan mekanisme pemanfaatan keuntungan Danantara tersebut masih dibahas bersama pihak Danantara. Dia memastikan pemanfaatan sebagian keuntungan Danantara untuk kepentingan pemerintah, akan mulai dilakukan pada tahun ini.

Namun, Purbaya menegaskan, pelaksanaannya tidak akan dimulai pada Agustus 2026. Pemerintah masih belum menentukan waktu pasti eksekusi kebijakan tersebut.

"Tahun ini sudah mulai, tapi bukan bulan ini," kata Purbaya.

Ia menambahkan, pemerintah akan menerapkan kebijakan tersebut secara bertahap, sembari menunggu hasil pembahasan lebih lanjut dengan Danantara.

"Nanti kita lakukan secara bertahap, masih kita diskusikan dengan Danantara," jelas Purbaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article