Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluruskan polemik yang berkembang terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai adanya perusahaan penggilingan padi yang diduga meraup Rp2 triliun per bulan. Setelah ditelusuri, angka tersebut bukan mencerminkan keuntungan normal dari kegiatan usaha penggilingan padi. Menurutnya, angka itu merupakan estimasi nilai dugaan keuntungan yang diperoleh dari praktik penjualan beras yang dipasarkan sebagai beras premium, tetapi tidak memenuhi standar mutu premium.
"Jangan melakukan pengalihan isu dari penipuan menjadi isu satu penggilingan untung Rp2 triliun. Jangan fokus pada hitungannya, fokus pada kejahatannya. Ini bukan keuntungan bisnis, ini penipuan," ujar Amran, Kamis (30/7/2026).
