Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mentan: Stok Beras 26 Juta Ton, Cukup untuk 10 Bulan Hadapi El Nino
Konferensi Pers Menteri Pertanian Arman Sulaiman di Kantor Kementan. (Dok/Istimewa).
  • Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional mencapai 26 juta ton, cukup memenuhi konsumsi sekitar 2,6 juta ton per bulan selama 10 bulan menghadapi El Nino.
  • Ketersediaan terdiri dari 5,2 juta ton cadangan Bulog, 10 juta ton potensi panen dari 3,8 juta hektare, serta 10,8 juta ton stok sektor horeka.
  • Pemerintah mengandalkan pengalaman menghadapi kekeringan ekstrem dan koordinasi lintas sektor; produksi domestik menekan kebutuhan impor 2024, sementara pada 2025 tidak ada impor beras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional mencapai 26 juta ton. Dengan jumlah tersebut, stok beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga 10 bulan ke depan.

Dengan ketersediaan stok tersebut, pemerintah optimistis mampu menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini tanpa mengganggu pasokan beras nasional.

"(Ancaman) El Nino Godzilla, insyaallah kita bisa lolos dan tidak memengaruhi kondisi perberasan nasional. Stok kita aman. Saat rapat terbatas dengan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), saya sampaikan stok kita cukup. Untuk mengantisipasi El Nino, kita juga sudah memiliki pengalaman," ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

1. Rincian total ketersediaan beras sebesar 26 juta ton

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas)

Amran merinci, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 26 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog sebanyak 5,2 juta ton, potensi produksi dari tanaman siap panen (standing crop) sekitar 10 juta ton yang berasal dari lahan seluas 3,8 juta hektare, serta stok beras di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) sekitar 10,8 juta ton.

Menurutnya, dengan kebutuhan konsumsi nasional sekitar 2,6 juta ton per bulan, stok tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 10 bulan.

"Total stok kita sekitar 26 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi nasional sekitar 2,6 juta ton per bulan," jelasnya.

2. Mentan sebut pemerintah sudha memiliki pengalaman hadapi kekeringan ekstrem

Pedagang beras di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)

Amran mengatakan pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai periode kekeringan ekstrem, seperti pada 2016, 2023, dan 2024. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan.

Ia menilai keberhasilan menjaga pasokan beras selama ini tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, serta pemerintah daerah hingga tingkat desa.

Sebagai contoh, pada 2024 pemerintah sempat merencanakan impor beras hingga 10 juta ton. Namun, melalui percepatan produksi dalam negeri, kebutuhan impor berhasil ditekan sekitar 4 juta ton.

"Rencana impor saat itu mencapai 10 juta ton. Namun berkat gerak cepat bersama TNI, Polri, Kejaksaan, gubernur, bupati, camat, kepala desa, hingga Babinsa, kebutuhan impor bisa ditekan sekitar 4 juta ton," kata Amran.

3. Tak lakukan impor pada 2025

ilustrasi tanaman beras merah (pixabay.com/VincentNguyen)

Amran menambahkan, pada 2025 pemerintah tidak lagi melakukan impor beras karena produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional. Kondisi tersebut juga membuat stok beras di gudang nasional berada pada level surplus.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan di tengah potensi gangguan iklim pada tahun ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article