Bos BUMN Bakal Evaluasi Manajemen KAI Imbas Kecelakaan Maut

- BP BUMN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PT KAI setelah kecelakaan di Bekasi Timur, mencakup aspek teknis hingga kemungkinan unsur lain yang berpengaruh.
- Hasil investigasi KNKT akan dijadikan acuan utama dalam evaluasi internal untuk memperkuat sistem keselamatan dan manajemen operasional transportasi berbasis rel milik negara.
- Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa atas korban kecelakaan dan memerintahkan investigasi penuh terhadap tabrakan Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusul kecelakaan di Bekasi Timur.
Dony menjelaskan, evaluasi tidak hanya berhenti pada faktor teknis, tetapi juga mencakup pemeriksaan mendalam dari sisi manajemen, termasuk analisis penyebab, dampak, hingga pemeriksaan terkait kemungkinan adanya unsur lainnya.
"Penyebabnya tentu ada pihak yang berwenang untuk melakukan evaluasi penyebab, tapi di sisi kami secara manajemen tentu akan kita evaluasi juga bagaimana penyebab, efek, apakah ada unsur dan lain-lain," katanya di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
1. Jadikan hasil investigasi KNKT sebagai acuan

Dony menambahkan, hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) nantinya akan digunakan sebagai bahan rujukan utama dalam melakukan evaluasi internal manajemen operator kereta milik negara.
"Tentu hasil daripada KNKT itu akan kita jadikan sebagai bahan untuk evaluasi daripada manajemen kita," ujar Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) itu.
2. Keselamatan menjadi prioritas utama

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani turut menyampaikan rasa prihatin atas insiden kecelakaan yang terjadi pada moda transportasi berbasis rel di Bekasi Timur.
Dia menegaskan pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi yang ada. Keselamatan merupakan aspek paling utama yang harus diutamakan dalam operasional, di samping upaya meningkatkan kenyamanan layanan.
"Karena keselamatan itu kan memang adalah hal yang paling utama dalam rangka kita, selain meningkatkan kenyamanan, tapi keselamatan adalah yang nomor satu," ujar Rosan di Kemenko Perekonomian.
3. Prabowo sampai turun tangan imbas kecelakaan

Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget dan mengungkapkan keprihatinan atas tragedi kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi insiden tabrakan yang menelan tujuh orang meninggal dunia.
"Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera adakan investigasi kejadiannya bagaimana," ucap Prabowo di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).















