Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Juni 2026 mencapai Rp9.080,9 triliun, tumbuh 12,67 persen secara tahunan. Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi yang masih mencatatkan ekspansi tinggi.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kredit investasi tumbuh 24,9 persen secara tahunan, diikuti kredit modal kerja yang meningkat 8,94 persen dan kredit konsumsi sebesar 5,75 persen.
"Kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh solid dengan kualitas kredit yang tetap terjaga," ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,09 persen, sedangkan NPL net berada di level 0,82 persen. Sementara itu, loan at risk (LAR) relatif stabil di level 8,47 persen.
