Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemanfaatan Geothermal RI Kalah dari AS, Bahlil Siapkan Insentif
Fasilitas milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). (Dok. PGE)
  • Indonesia memiliki sumber daya geothermal terbesar di dunia, tetapi pemanfaatannya masih berada di bawah Amerika Serikat.
  • Bahlil menilai aturan yang berbelit masih menghambat pengembangan panas bumi meski sejumlah tahapan regulasi telah dipangkas.
  • Pemerintah menyiapkan insentif pajak serta perubahan PP dan Perpres untuk bisnis geothermal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (19/8/2026)

Bahlil Lahadalia menyampaikan Indonesia memiliki sumber daya geothermal terbesar di dunia, tetapi pemanfaatannya masih di bawah Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan pada pembukaan IIGCE 2026 di JICC, Jakarta.

Saat ini

Nilai keekonomian proyek geothermal disebut telah mencapai 9,5 sen dolar AS per kWh, tetapi masih dinilai kurang oleh pelaku usaha.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bahlil Lahadalia menyatakan pemanfaatan geothermal Indonesia masih di bawah Amerika Serikat dan pemerintah menyiapkan insentif pajak.
  • Who?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pemerintah, pelaku usaha, dan regulator.
  • Where?
    Pembukaan Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2026 di JICC, Jakarta.
  • When?
    Rabu (19/8/2026).
  • Why?
    Pengembangan panas bumi dinilai masih lambat karena sejumlah aturan berbelit dan nilai keekonomian proyek dinilai kurang oleh pelaku usaha.
  • How?
    Pemerintah memangkas tahapan regulasi, menyiapkan perubahan PP dan Perpres, serta insentif pajak. Bahlil juga menekankan kolaborasi pengusaha dan regulator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bahlil bilang Indonesia punya panas bumi paling besar di dunia, tetapi pemakaiannya masih kalah dari Amerika Serikat. Ia melihat banyak aturan yang membuat pengembangan panas bumi lambat. Pemerintah sudah mengecek aturannya dan sedang menyiapkan insentif pajak. Bahlil juga bilang pengusaha dan regulator harus bekerja bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Evaluasi terhadap regulasi geothermal menunjukkan pemerintah telah menelusuri hambatan yang ada dan memangkas sejumlah tahapan. Rencana perubahan PP dan Perpres untuk kemudahan serta insentif pajak membuka ruang dukungan bagi bisnis geothermal. Kolaborasi pelaku usaha dan regulator juga ditempatkan sebagai bagian dari percepatan pemanfaatan panas bumi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia memiliki sumber daya panas bumi (geothermal) terbesar di dunia. Namun, pemanfaatannya masih berada di bawah Amerika Serikat (AS).

Bahlil menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 di JICC, Jakarta Rabu (19/8/2026).

"Indonesia adalah negara nomor satu di dunia yang mempunyai resource terhadap geothermal. Kita nomor satu tetapi dalam implementasinya kita itu nomor dua, Amerika masih nomor satu," kata Bahlil.

1. Bahlil soroti aturan yang hambat geothermal

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di JICC, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil mengatakan pengembangan panas bumi masih berjalan lambat karena sejumlah aturan yang dinilai berbelit. Sejak menjabat sebagai Menteri ESDM, dia mengevaluasi berbagai faktor yang menghambat pengembangan geothermal.

Pemerintah kemudian memangkas sejumlah tahapan dalam regulasi. Meski begitu, hasil evaluasi menunjukkan masih ada sejumlah hambatan dalam aturan yang mengatur sektor panas bumi.

"Sekarang ternyata setelah saya evaluasi masih banyak juga hambatan-hambatan terhadap aturan-aturan itu," ujar mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

2. Pengusaha dan regulator harus berkolaborasi

ilustrasi energi terbarukan geothermal (pexels.com/Kerry)

Bahlil menilai percepatan pengembangan geothermal membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha dan regulator. Kerja sama tersebut diperlukan untuk mempercepat pemanfaatan panas bumi, baik sebagai sumber pembangkit listrik maupun kebutuhan lainnya.

"Tidak ada cara lain adalah untuk melakukan percepatan implementasi geothermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain adalah harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator. Enggak bisa main sendiri-sendiri," tuturnya.

3. Pemerintah siapkan insentif pajak

ilustrasi insentif pajak (freepik.com)

Bahlil mengatakan pemerintah juga telah mengevaluasi keekonomian proyek geothermal. Saat ini, nilai keekonomian disebut telah mencapai 9,5 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh), tetapi angka tersebut masih dinilai kurang oleh pelaku usaha.

Untuk mendorong pengembangan sektor tersebut, pemerintah menyiapkan insentif pajak. Bahlil mengatakan pemerintah akan mengubah peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (Perpres) untuk memberikan kemudahan dan insentif bagi bisnis geothermal.

"Kita akan memberikan terobosan dengan insentif pajak. Jadi nanti kita akan merubah PP dan Perpres untuk kemudahan dan insentif terhadap bisnis di sektor geothermal," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article