Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pembatasan BBM Subsidi Direncanakan Berlaku Awal Oktober

Pembatasan BBM Subsidi Direncanakan Berlaku Awal Oktober
Ilustrasi (dok. Pertamina)
  • Pemerintah akan menerapkan kebijakan baru terkait subsidi BBM mulai 1 Oktober untuk mengubah mekanisme subsidi agar lebih tepat sasaran.
  • Sosialisasi kebijakan subsidi BBM tepat sasaran akan dilakukan terlebih dahulu sebelum diterapkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
  • Perubahan pola subsidi BBM diharapkan dapat menghasilkan penghematan anggaran negara yang nantinya akan dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan atau kebijakan pemerintah yang lebih mendesak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah berencana menerapkan kebijakan baru terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai 1 Oktober.

Kebijakan pembatasan BBM tersebut akan mengubah mekanisme subsidi agar lebih tepat sasaran, dengan tujuan mengurangi kuota subsidi dan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan prioritas lainnya.

"Ya, memang ada rencana begitu," kata Bahlil kepada jurnalis di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/8/2024).

  1. 1. Pemerintah akan sosialisasikan terlebih dahulu

    QR Code Pertalite Pertamina. (Dok. Pertamina)
    QR Code Pertalite Pertamina. (Dok. Pertamina)

    Bahlil menyatakan kebijakan subsidi BBM tepat sasaran masih dalam tahap pengkajian oleh pemerintah. Dia menjelaskan kemungkinan besar sosialisasi akan dilakukan terlebih dahulu sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

    "Karena begitu aturannya keluar, permennya (peraturan menteri) keluar, itu kan ada waktu untuk sosialisasi. Nah, waktu sosialisasi ini yang sekarang saya lagi bahas," tuturnya.

  2. 2. Pemerintah ingin lakukan penghematan anggaran

    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

    Pemerintah sedang merencanakan perubahan pola subsidi BBM agar lebih tepat sasaran. Dia menjelaskan dengan pola subsidi yang lebih terfokus itu, kuota subsidi BBM diharapkan akan menurun, yang pada akhirnya dapat menghasilkan penghematan anggaran negara.

    Penghematan tersebut, dijelaskan Bahlil, nantinya akan dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan atau kebijakan pemerintah yang lebih mendesak.

    "Dengan pola subsidi tepat sasaran itu kita harapkan kuotanya menurun, supaya akan terjadi penghematan uang negara. Kalau kuotanya menurun, subsidinya kan menurun supaya dananya bisa dipakai untuk hal-hal yang prioritas," paparnya.

  3. 3. Pemerintah tak mau subsidi dinikmati yang mampu

    Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Pertamax dan masih paling kompetitif untuk BBM RON 92 di Indonesia. Harga baru ini resmi berlaku di SPBU Pertamina pada Sabtu 10 Agustus 2024, pukul 00.00 waktu setempat. (Dok. Pertamina)
    Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Pertamax dan masih paling kompetitif untuk BBM RON 92 di Indonesia. Harga baru ini resmi berlaku di SPBU Pertamina pada Sabtu 10 Agustus 2024, pukul 00.00 waktu setempat. (Dok. Pertamina)

    Bahlil menyatakan kriteria kendaraan yang berhak menerima subsidi BBM masih dalam tahap pembahasan oleh pemerintah. Dia belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal tersebut.

    Namun, Bahlil menekankan kendaraan mewah tidak akan diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi, karena subsidi tersebut ditujukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah.

    "Kalau yang berhak menerima subsidi itu kan masyarakat yang golongan ekonominya menengah ke bawah. Kalau kayak kita masih menerima BBM bersubsidi apa kata dunia?" tambahnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More