tampilan antarmuka asisten AI Grok (unsplash.com/Salvador Rios)
Pendapatan unit bisnis Super Intelligence milik SpaceX melonjak 830 persen secara tahunan hingga mencapai 7,6 miliar dolar AS atau setara Rp136,55 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, divisi yang mengelola infrastruktur komputasi, model, dan aplikasi peranti lunak ini menghasilkan 813 juta dolar AS atau setara Rp14,61 triliun. Penjualan unit tersebut menyumbang lebih dari setengah total pendapatan kuartalan SpaceX.
Dilansir The Times of India, penambahan pendapatan divisi ini dipengaruhi oleh perjanjian layanan komputasi awan baru, akuisisi Cursor, dan adopsi produk Grok oleh kalangan korporasi maupun konsumen luas. SpaceX menyelesaikan akuisisi terhadap startup pengodean AI Cursor dengan nilai 60 miliar dolar AS atau setara Rp1.078,02 triliun pada kuartal ketiga. Secara keseluruhan, segmen Super Intelligence menyumbang pertambahan pendapatan secara tahunan sebesar 6,7 miliar dolar AS atau setara Rp120,38 triliun melalui lini solusi dan infrastrukturnya.
Keberhasilan ini membalikkan kondisi kuartal ketiga tahun lalu ketika SpaceX menderita rugi bersih 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp19,76 triliun dengan pendapatan 5,6 miliar dolar AS atau setara Rp100,62 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan melonjak 306 persen menjadi 8,8 miliar dolar AS atau setara Rp158,11 triliun dari 2,2 miliar dolar AS atau setara Rp39,53 triliun setahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatatkan laba 0,35 dolar AS atau setara Rp6.288 per lembar saham.