Prabowo Sudah Pangkas 364 BUMN, Target 700 hingga Desember

Pemerintah telah mengonsolidasi dan menutup 364 dari 1.074 entitas BUMN hingga 21 Oktober 2026.
Jumlah BUMN yang ditutup ditargetkan mencapai 700 hingga Desember 2026.
Penataan menyasar perusahaan yang tidak efisien, terus merugi, atau membuat laporan keuangan palsu.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perkembangan penataan badan usaha milik negara (BUMN). Dari total 1.074 entitas yang sebelumnya tercatat, pemerintah telah mengonsolidasi dan menutup sekitar 364 entitas hingga Rabu (21/10/2026) malam.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN yang ditutup mencapai 700 hingga Desember 2026. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
"Kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining, kita sudah kurang lebih 360, (tepatnya) 364 ya, sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang sasaran kita 700 akan kita tutup," kata Prabowo.
1. Prabowo sebut sejumlah BUMN yang merugi kini sudah untung

ilustrasi analisis keuntungan per transaksi (pexels.com/ RDNE Stock project) Pemerintah telah melakukan pembenahan BUMN selama dua tahun terakhir. Menurutnya, sejumlah perusahaan yang sebelumnya terus merugi telah ditutup, sementara perusahaan yang semula kesulitan memperoleh keuntungan kini sudah membukukan laba.
Dia menyebut ada perusahaan yang keuntungannya meningkat hingga 900 persen, sedangkan perusahaan lain mencatat kenaikan laba 200 persen dan 300 persen. Pemerintah kini berfokus pada efisiensi dalam pengelolaan perusahaan pelat merah.
"Kita sudah buktikan, dalam 2 tahun kita bekerja, sudah kita buktikan, BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung sekarang sudah untung," ujar dia.
2. BUMN yang tidak efisien dan membuat laporan keuangan palsu ditutup

ilustrasi laporan keuangan, finance report, financial report (vecteezy.com/Sirichai Puangsuwan) Prabowo mengatakan, penutupan menyasar BUMN yang tidak efisien, terus merugi, serta membuat laporan keuangan palsu. Pemerintah ingin memusatkan pengelolaan pada perusahaan negara yang mampu menghasilkan keuntungan bagi rakyat.
"Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat," tuturnya.
3. Prabowo akui perbaikan tidak bisa dilakukan seketika

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden) Prabowo mengatakan, perbaikan-perbaikan yang sedang dilakukan pemerintah tidak bisa seketika. Dia menyebut pemerintah tidak memiliki tongkat ajaib untuk membuat perubahan terjadi dalam waktu singkat.
"Perbaikan ini tidak bisa seketika. Kita tidak punya tongkat ajaib, kita tidak punya tongkat Nabi Musa atau tongkat Nabi Sulaiman," kata dia.





















