Jakarta, IDN Times - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp54,6 triliun. Defisit ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Berdasarkan data Kemenkeu, pendapatan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun. Realisasi ini setara 5,5 persen dari outlook Rp3.152,6 triliun.
Adapun pendapatan negara ditopang oleh penerimaan perpajakan Rp138,9 triliun. Rinciannya, penerimaan pajak terealisasi Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,7 persen, kepabeanan dan cukai Rp22,6 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp33,9 triliun.
