Jakarta, IDN Times – Perusahaan-perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat (AS) menikmati lonjakan keuntungan bersejarah di tengah perang AS-Israel melawan Iran. Berdasarkan data lebih dari 50 perusahaan yang dihimpun The New York Times dan dikutip RT International, Chevron, ExxonMobil, dan Valero mengumpulkan laba sebesar 130 miliar dolar AS (setara Rp2.353 triliun) sepanjang April hingga September, jauh melampaui capaian kurang dari 47 miliar dolar AS (setara Rp850,7 triliun) pada periode yang sama tahun lalu.
Besarnya keuntungan tersebut hampir menyamai tambahan pengeluaran konsumen yang mencapai 147 miliar dolar AS (setara Rp2.660,7 triliun) untuk membeli bensin dan solar sejak serangan dimulai pada 28 Februari. Pada kuartal ini saja, ExxonMobil membukukan laba 15,4 miliar dolar AS (setara Rp278,74 triliun), Shell sebesar 10,8 miliar dolar AS (setara Rp195,48 triliun), dan Chevron mencapai 9,9 miliar dolar AS (setara Rp179,19 triliun), sehingga total keuntungan ketiganya melampaui 36 miliar dolar AS (setara Rp651,6 triliun).
