Bitung, IDN Times - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjalankan empat program untuk penerapan prinsip pelayaran ramah lingkungan (green shipping). Green shipping diterapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meminimalisasi dampak negatif terhadap ekosistem laut.
Salah satu program yang akan segera diterapkan adalah Dewi mengatakan, penerapan battery management system (BMS). Ini merupakan sistem pengelolaan baterai yang mendukung penggunaan baterai sebagai sumber listrik cadangan (backup) pengganti generator saat kapal berlabuh.
“Selain dari yang sudah ada, kita pakai kapal dual fuel, ada juga yang sudah dipasang solar panel. Dan yang ke depan, yang di tahun depan kita akan coba pilot project untuk battery management system,” kata Dewi.
Sistem ini akan dimulai pada kuartal I-2027. Dengan sistem itu, diharapkan penggunaan solar sebagai bahan bakar kapal bisa berkurang.
“Memang kami menyadari bahwa ini membutuhkan satu investasi untuk program ini. Namun, ini adalah bagian dari komitmen perusahaan, mendukung Pertamina secara korporasi, menjaga kelestarian alam di program-program sustainability yang juga kita terapkan di kapal-kapal di lingkungan kerja PTK,” ujar Direktur Armada PTK, Dewi Susanti di Pantai Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara, dikutip Senin (20/7/2026).
