Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perum Jasa Tirta II Buka Suara soal Satpam Waduk Jatiluhur yang Tewas
Perum Jasa Tirta II (PJT II) belasungkawa ke rumah almarhum Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas dalam keadaan terborgol. (dok. PJT II)

Jakarta, IDN Times - Perum Jasa Tirta II (PJT II) sebagai BUMN pengelola Waduk Jatilhur buka suara soal petugas keamanan alias satpamnya yang ditemukan tewas dalam kondisi terborgol. Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Sumarna (40).

Dia mengatakan, perusahaan menaruh perhatian penuh terhadap penanganan peristiwa tersebut, baik dari sisi kemanusiaan maupun dukungan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

"Peristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Perum Jasa Tirta II. Kami kehilangan salah satu insan perusahaan yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi,” kata Imam dikutip Senin, (27/7/2026).

1. Beri pendampingan ke keluarga

Imam mengatakan pihaknya memberikan pendampingan pada keluarga almarhum dalam proses pengungkapan fakta di balik peristiwa tersebut yang sedang diusut kepolisian.

“Kami berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban," ujar Imam.

Pada Sabtu, (25/7/2026), perwakilan manajemen Perum Jasa Tirta II telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhum. Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan pada Minggu, (26/7) pagi, oleh jajaran Direksi PJT II untuk memastikan perusahaan hadir mendampingi keluarga dalam menghadapi masa sulit akibat musibah yang terjadi.

2. Anak korban diberikan kesempatan bekerja di Perum Jasa Tirta II

Perusahaan memberikan santunan dan memastikan pemenuhan seluruh hak kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku, serta jaminan keberlangsungan pendidikan bagi kedua putra-putri almarhum hingga menyelesaikan pendidikannya.

Selain itu, putra sulung almarhum diberikan kesempatan bergabung dan berkarya di Perum Jasa Tirta II. Kesempatan tersebut akan diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sesuai ketentuan serta kebutuhan perusahaan.

Imam juga menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral perusahaan sekaligus penghormatan atas dedikasi almarhum selama menjalankan tugas.

"Pendampingan yang kami berikan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada Perum Jasa Tirta II. Kami berharap kehadiran perusahaan dapat memberikan ketenangan dan menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit ini," ujar Imam.

3. BP BUMN juga sambangi rumah keluarga almarhum Sumarna

Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra mewakili Pimpinan BP BUMN untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum.

BP BUMN juga berkoordinasi dengan Kapolres Purwakarta dan meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, transparan, serta diusut hingga tuntas.

Sebagai informasi, polisi telah memeriksa 15 saksi dan mengamankan rekaman CCTV dalam pengusutan kasus yang menewaskan Sumarna. Polisi juga mendalami informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan geng motor.

Curated For You

Editorial Team

Related Article