Jakarta, IDN Times - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Di sisi lain, peringkat kredit jangka panjang mata uang asing (long-term foreign currency issuer default Rating/IDR) tetap dipertahankan di level BBB.
Revisi outlook dari Fitch Ratings dilakukan menyusul meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran terhadap kredibilitas bauran kebijakan yang semakin tersentralisasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan prospek fiskal jangka menengah, menggerus sentimen investor, serta menekan cadangan eksternal.
Sementara, peringkat BBB mencerminkan penilaian atas kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, pertumbuhan jangka menengah, rasio utang pemerintah, dan posisi cadangan eksternal. Kekuatan peringkat ini dibatasi oleh penerimaan negara yang relatif rendah, beban pembayaran bunga yang tinggi, serta kelemahan struktural seperti indikator tata kelola yang tertinggal dibandingkan negara-negara lain dengan peringkat ‘BBB’.
Berikut poin-poin outlook ekonomi Indonesia yang proyeksikan Fitch Ratings, mengutip laporan resmi Fitch yang dililis Rabu (4/3/2026).
