Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didukung kinerja investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
Prabowo mengatakan, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun. Investasi tersebut juga disebut telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Sementara itu, pada semester I-2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
"Di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja," kata Prabowo dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, kinerja investasi tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara pertumbuhan ekonomi semester I-2026 mencapai 5,45 persen. Prabowo menyebut, capaian tersebut menjadi pertumbuhan kuartal I dan semester I tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, rasional, menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan, pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pemerintah. Menurutnya, kedua indikator tersebut harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," ujarnya.
Ia menekankan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti jika manfaatnya tidak dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Karena itu, setiap rupiah investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah. Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin," kata Prabowo.
Prabowo juga menegaskan, pemerintah tidak boleh meninggalkan masyarakat yang berada dalam kondisi tidak berdaya, termasuk memastikan persoalan kelaparan dapat diatasi.
"Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya. Kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. Republik Indonesia anggota G20 tidak pantas masih ada rakyat yang lapar," tuturnya.
