Prabowo Banggakan Danantara di Davos: Boleh Rekrut WNA buat Pimpin BUMN

- Presiden Prabowo memperkenalkan Danantara di World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss.
- Danantara adalah lembaga pengelola dana abadi dengan aset senilai 1 triliun dolar AS atau Rp16.902 triliun.
- Misi Danantara melalui DAM adalah memangkas jumlah BUMN menjadi di bawah 300 perusahaan dan merekrut WNA untuk memimpin BUMN.
Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang didirikan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 diperkenalkan ke dunia dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, kamis (22/1/2026).
Dengan bangga, Prabowo memamerkan Danantara di Annual Meeting WEF 2026. Dia mengatakan, Danantara adalah lembaga pengelola dana abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang juga mengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Prabowo mengatakan, Danantara mengelola aset senilai 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp16.902 triliun (kurs Rp16.902 per dolar AS). Dengan kapasitas modal itu, Danantara bisa menjadi mitra bagi investor yang berminat.
“Danantara adalah dana kekayaan negara dengan aset kelolaan senilai 1 triliun dolar AS. Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” ucap Prabowo.
Prabowo juga membeberkan misi Danantara melalui Danantara Asset Management (DAM), yakni memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.044 perusahaan, menjadi di bawah 300 perusahaan.
“Kita akan melakukan rasionalisasi, kita akan menghilangkan inefisiensi, kita menginginkan tata kelola dan manajemen terbaik sesuai standar internasional,” tutur Prabowo.
Dalam kesempatan itu, dia juga membeberkan telah mengizinkan Danantara untuk merekrut warga negara asing (WNA) untuk memimpin BUMN.
“Saya telah mengizinkan Danantara untuk merekrut ekspatriat, warga negara asing, untuk memimpin perusahaan-perusahaan ini,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, dirinya ingin sosok terbaik, dengan otak dan pikiran terbaik untuk BUMN.
“Inilah sebenarnya cara kita menjalankan Indonesia sekarang,” ujar Prabowo.
















