Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo Tak Paksa Anak Orang Kaya yang Tak Butuh MBG

Prabowo Tak Paksa Anak Orang Kaya yang Tak Butuh MBG
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Gorontalo. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditujukan bagi yang membutuhkan, sementara anak dari keluarga mampu tidak diwajibkan menerima bantuan tersebut.
  • Prabowo meminta pendataan sekolah yang belum menerima MBG agar segera mendapatkan layanan tahun ini, sejalan dengan upaya memperluas jangkauan program di berbagai daerah.
  • Pemerintah menargetkan penerima MBG mencapai 82,3 juta orang sebelum akhir 2026, setelah sebelumnya berhasil menjangkau sekitar 60 juta anak dan ibu hamil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak harus diterima seluruh kalangan masyarakat, khususnya keluarga yang merasa tidak membutuhkan bantuan tersebut.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berdialog dengan warga dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Gorontalo. Dalam kesempatan itu, dia menyebut anak-anak dari keluarga kaya tidak dipaksa menerima program MBG.

"Yang tidak perlu nggak apa-apa ya kan? Kalau anak-anak orang kaya nggak perlu nggak apa-apa, bener, iya nggak dipaksa," kata Prabowo pada Sabtu (9/5/2026).

1. Anak-anak disebut perlu dukungan gizi untuk belajar

Prabowo Tak Paksa Anak Orang Kaya yang Tak Butuh MBG
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Gorontalo. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah tetap ingin memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup agar tumbuh sehat dan memiliki semangat belajar.

Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Pemerintah menilai program tersebut penting untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak rajin belajar," ujarnya.

2. Prabowo minta sekolah yang belum menerima MBG didata

Screenshot_20260509_143546_YouTube.jpg
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Gorontalo. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Dalam kunjungannya di Gorontalo, Prabowo juga menanyakan pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah setempat. Dia meminta sekolah yang belum menerima program tersebut segera didata agar bisa mendapatkan layanan MBG tahun ini.

"Bagaimana di Gorontalo? MBG sudah ada di sekolah-sekolah? Sudah? Ada yang belum? Ada yang belum? Iya nanti yang belum dicatat ya segera kita segera pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG semuanya," paparnya.

Pemerintah menargetkan perluasan pelaksanaan MBG secara bertahap di berbagai daerah melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

3. Prabowo targetkan penerima MBG capai 82 juta sebelum akhir 2026

IMG-20260507-WA0041.jpg
SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah penerima program MBG bisa mencapai 82,3 juta orang sebelum 2026. Dia mengatakan, saat ini capaian penerima MBG sudah mencapai 60 juta orang, yang terdiri dari anak-anak dan ibu hamil.

“Dalam waktu kurang dari 1,5 tahun kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua,” ujar Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Minggu (8/2/2026).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More