Ilustrasi asuransi bisnis (freepik.com)
Pertumbuhan lebih tinggi tercatat pada premi bisnis baru. Premi bisnis baru produk tradisional tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp37,97 triliun. Sementara itu, premi bisnis baru unit link melonjak 34,5 persen yoy menjadi Rp19,78 triliun pada semester I-2026.
Albertus mengatakan, pertumbuhan premi bisnis baru tersebut mencerminkan masih terjaganya permintaan masyarakat terhadap produk perlindungan asuransi.
“Pertumbuhan bisnis baru ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap perlindungan baru tetap tumbuh dan masyarakat masih mencari solusi asuransi yang sesuai dengan kondisi serta tujuan finansialnya,” kata Albertus.
Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI Freddy Thamrin mengatakan, total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri mencapai Rp75,75 triliun pada semester I-2026.
Nilai tersebut meningkat 4,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Angka ini meningkat 4,3 persen dibandingkan semester pertama tahun 2025,” ujar Freddy.
Peningkatan pembayaran klaim dan manfaat tersebut juga diikuti kenaikan jumlah penerima manfaat. Jumlah penerima manfaat naik dari sekitar 4,82 juta orang pada semester I-2025 menjadi 5,01 juta orang pada semester I-2026.
Freddy mengatakan, kenaikan jumlah penerima manfaat menunjukkan cakupan perlindungan asuransi jiwa semakin luas, selain adanya peningkatan dari sisi nilai pembayaran.
“Artinya, manfaat perlindungan tidak hanya meningkat dari sisi pembayaran jumlah uangnya, tapi juga menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya.
Menurut Freddy, kondisi tersebut menunjukkan industri asuransi jiwa tetap menjalankan fungsi perlindungannya di tengah dinamika ekonomi dan kesehatan.
Berdasarkan jenisnya, klaim kesehatan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp13,58 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut meningkat 11,3 persen yoy.
Freddy menjelaskan, kenaikan klaim kesehatan dipengaruhi oleh meningkatnya pemanfaatan perlindungan, khususnya pada segmen kumpulan, serta kenaikan biaya layanan kesehatan.
“Pertumbuhan klaim kesehatan terutama perlu dilihat dalam konteks meningkatnya pemanfaatan perlindungan pada segmen kumpulan sekaligus dinamika biaya layanan kesehatan yang seperti kita tahu biaya layanan kesehatan terus meningkat,” ucap Freddy.
Selanjutnya, klaim meninggal dunia tercatat Rp6,50 triliun atau tumbuh 25,5 persen yoy. Sementara itu, klaim lainnya mencapai Rp2,51 triliun atau turun 22,1 persen yoy pada semester I-2026.