Sektor Kesehatan RI Bakal Kedatangan Emiten Baru SWAP

- PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) dijadwalkan melantai di BEI pada 10 September 2026, menawarkan maksimal 323 juta saham baru seharga Rp130-Rp140 per saham.
- SWAP mengembangkan alat kesehatan, produk herbal, dan pangan fungsional melalui model bisnis riset, inovasi, manufaktur, serta komersialisasi yang berawal dari ekosistem UGM.
- Pendapatan per 28 Februari 2026 naik 28,2 persen menjadi Rp588,87 juta; dana IPO Rp40-Rp45,22 miliar dialokasikan untuk modal kerja, belanja modal, dan pembayaran utang.
Jakarta, IDN Times - Sektor kesehatan Indonesia akan kembali kedatangan pemain baru di pasar modal. PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) dijadwalkan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, (10/9/2026) mendatang.
Dikutip dari prospektus, Senin (31/8), SWAP akan melantai di bursa dengan harga saham Rp130-140 per lembar saham. Perusahaan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 323 juta lembar saham baru pada proses initial public offering (IPO).
1. Bergerak di industri manufaktur kesehatan berbasis riset

Ilustrasi pekerjaan manufaktur(pexels.com/kateryna babaieva Perseroan membawa model bisnis yang menggabungkan riset, inovasi, manufaktur, dan komersialisasi produk kesehatan, sebuah segmen yang dinilai memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk kesehatan.
Berangkat dari ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM), SWAP mengembangkan berbagai produk yang mencakup alat kesehatan, produk herbal hingga pangan fungsional. Model tersebut memberikan karakter tersendiri bagi perseroan di tengah berkembangnya industri kesehatan nasional.
2. Pendapatan tumbuh 28 persen

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun) SWAP mencatatkan pendapatan usaha Rp588,87 juta per 28 Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 28,2 persen dibandingkan posisi 28 Februari 2025 yang sebesar Rp459,5 juta. Adapun pendapatan perseroan per semester I-2026 tumbuh 77 persen secara year on year (yoy).
Pada periode yang sama, kerugian bersih juga berhasil ditekan secara signifikan. Pertumbuhan pendapatan tersebut menjadi indikasi bahwa bisnis perseroan mulai menemukan momentum. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat dikonversikan menjadi profitabilitas yang lebih kuat dan berkelanjutan.
3. Incar dana Rp45,22 miliar

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko) SWAP mengincar dana sekitar Rp40 miliar sampai Rp45,22 miliar. Perusahaan menyatakan Rp15,8 miliar akan digunakan untuk modal kerja dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.
Kemudian, Rp12,2 miliar untuk belanja modal, dan Rp12 miliar untuk pembayaran utang. Perusahaan menyatakan, IPO ini membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor kesehatan.


















