Jakarta, IDN Times - Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama membeli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Bayan Group memiliki sejarah panjang di Indonesia, dengan bisnis yang bermula dari aktivitas Dato’ Dr. Low sejak 1973.
Saat itu, Dato’ Dr. Low mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) sebagai kontraktor pekerjaan tanah, pekerjaan umum, dan struktur kelautan. JSI kemudian menjadi salah satu perintis pekerjaan fondasi tumpuk (pile foundation) yang kompleks dan berkembang sebagai kontraktor di bidang tersebut sepanjang era 1980-an dan 1990-an.
Dikutip dari situs web resmi perusahaan, pada 1988, JSI mulai masuk ke pertambangan batu bara kontrak. Bisnis tersebut berkembang hingga menjadi salah satu kontraktor tambang terkemuka sampai 1998.
Pada tahun yang sama, Dato’ Dr. Low mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP) dan PT Dermaga Perkasapratama (DPP). Ketika itu, GBP belum memulai kegiatan pertambangan, sementara Balikpapan Coal Terminal yang berada di bawah DPP memiliki kapasitas 2,5 juta ton per tahun.
Di bawah kepemimpinan Dato’ Dr. Low, Bayan Group kemudian berkembang menjadi perusahaan tambang batu bara terintegrasi secara vertikal.
