Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PT Timah (TINS) Cetak Laba Rp2,71 Triliun, Melonjak 805 Persen!
Produksi timah PT Timah Tbk (TINS), anak usaha MIND ID. (dok. MIND ID)
  • PT Timah membukukan laba bersih Rp2,71 triliun pada semester I-2026, melonjak 805 persen secara tahunan, ditopang kenaikan volume penjualan dan harga jual timah.
  • Pendapatan perseroan mencapai Rp10,42 triliun, naik 147 persen; produksi bijih timah tumbuh 75 persen dan penjualan logam timah meningkat 85 persen menjadi 10.984 metrik ton.
  • Pasar timah global menguat dengan harga LME rata-rata naik 56,68 persen. TINS mencatat sumber daya 798 ribu ton serta cadangan 312 ribu ton.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih Rp2,71 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh hingga 805 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 atau secara year on year (yoy).

Dalam Public Expose (Pubex) Live 2026, Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra mengatakan capaian itu didorong oleh kenaikan volume penjualan serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.

“Pencapaian positif ini tidak lepas dari peran, sinergi dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder,” ucap Ilhamsyah, Kamis (10/9/2026).

1. Bukukan pendapatan Rp10,42 triliun

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Sepanjang semester I-2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10,42 triliun, melesat 147 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp4,22 triliun.

“Momentum kenaikan harga komoditas global saat ini juga menjadi stimulus kuat yang ikut mendorong pertumbuhan laba bersih secara signifikan,” ujar Ilhamsyah.

2. Produksi naik 75 persen

Produksi timah PT Timah Tbk (TINS), anak usaha MIND ID. (dok. MIND ID)

Di sisi operasional, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton, naik 75 persen secara year on year (yoy), sedangkan produksi logam timah tumbuh 58 persen menjadi 10.865 metrik ton.

Volume penjualan logam timah juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 85 persen menjadi 10.984 metrik ton dengan rata-rata harga jual (ASP) sebesar 49.794 dolar AS per metrik ton.

3. Permintaan timah terus meningkat

PT Timah Tbk (TINS). dok (Timah.com)

Kondisi pasar timah global sepanjang Semester I 2026 tetap menunjukkan fundamental yang solid dengan harga rata-rata LME Cash Settlement sebesar 50.319,19 dolar AS per metrik ton, naik 56,68 persen (yoy).

Tingginya permintaan industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pusat data, serta transisi energi global terus memperkuat posisi timah sebagai komoditas strategis.

Untuk menopang keberlanjutan bisnis, Perseroan terus memperkuat kegiatan eksplorasi darat dan laut. Hingga semester I-2026, TINS mencatat total sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan timah sebesar 312 ribu ton.

Melihat capaian semester I dari sisi penjualan dan kinerja operasi, Perseroan sangat optimistis bahwa produktivitas akan terus tumbuh konsisten hingga akhir tahun 2026,” tutur Ilhamsyah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article