RI Intensifkan Komunikasi dengan Iran terkait Kapal Pertamina di Selat Hormuz

- Pemerintah RI melalui Kementerian ESDM dan Kemlu intens berkomunikasi dengan Iran agar dua kapal Pertamina yang tertahan di Teluk Persia dapat kembali melintasi Selat Hormuz.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta doa masyarakat Indonesia untuk kelancaran proses negosiasi, namun menegaskan detail diplomasi tidak bisa dibuka karena isu geopolitik yang sensitif.
- Kemlu RI menekankan diplomasi lintas pihak terus dilakukan guna memastikan keselamatan awak kapal serta perlindungan aset nasional di tengah situasi kawasan yang belum stabil.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, komunikasi intensif terus dilakukan dengan Iran terkait kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) agar bisa melintasi Selat Hormuz.
Komunikasi dilakukan dengan koolaborasi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Luar negeri (Kemlu) RI. Adapun kedua kapal milik Pertamina yang tertahan di Teluk Persia usai Iran kembali menutup Selat Hormuz, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak Iran. Kolaborasi ESDM dengan Kemenlu itu juga kita lakukan terus," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
1. Minta doa masyarakat Indonesia

Bahlil juga meminta doa masyarakat Indonesia agar kedua kapal milik BUMN migas pelat merah itu bisa segera melintasi Selat Hormuz.
"Doakan ya," ujarnya.
2. Belum bisa ungkap proses diplomasi secara terperinci

Kendati demikian, Bahlil mengatakan, pemerintah tidak bisa mengungkap proses diplomasi yang sedang berlangsung secara terperinci. Hal tersebut mengingat sensitivitas isu geopolitik.
"Karena tidak semuanya harus kita sampaikan kepada publik. Ini bicara geopolitik dalam kondisi seperti ini," tuturnya.
3. Kemlu utamakan diplomasi

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya menyatakan langkah diplomasi dan koordinasi lintas pihak terus dilakukan, terutama untuk memastikan keselamatan awak kapal serta perlindungan aset nasional yang berada di wilayah tersebut.
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, menegaskan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kondisi kapal Indonesia tetap aman di tengah situasi yang belum stabil.
"Kemlu terus berkoordinasi dengan Pertamina dan Kedutaan Iran di Jakarta untuk memastikan keselamatan aset dan kru," ujar Nabyl dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Sementara PIS menyatakan, dua kapalnya masih berada di Teluk Persia dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
"Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz," kata Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, Senin (20/4).
PIS masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kapal dapat melintas serta memastikan keselamatan awak kapal.
"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman," ucapnya.



















