Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rontok di Sesi I, IHSG Tertekan Sentimen Rebalancing Indeks MSCI
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • IHSG ditutup melemah 1,18 persen ke 6.298,34 pada sesi I, setelah sempat dibuka menguat. Sebanyak 456 saham turun, dengan nilai transaksi mencapai Rp7,8 triliun.
  • Review MSCI Agustus 2026 menurunkan CPIN ke Small Cap, menghapus GOTO dari Global Standard, serta mencoret sembilan saham Indonesia dari Global Small Cap.
  • Mirae Asset dan CGS International menilai rebalancing MSCI menekan sentimen pasar dan berpotensi memicu arus dana keluar teknikal, meski dampaknya lebih terkonsentrasi pada saham terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan di penutupan perdagangan sesi I, Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan data IDX, IHSG melemah 75,51 poin atau 1,18 persen ke level 6.298,34 pada pukul 12.00 WIB.

Pagi ini, pukul 4.00 dini hari, MSCI Inc merilis Index Review terbaru edisi Agustus 2026. Dalam evaluasi itu, ada satu saham Indonesia turun kasta, yaitu CPIN, dari Global Standard Index menjadi Global Small Cap Index.

Kemudian, ada satu saham Indonesia terdepak dari Global Standard Index, yaitu GOTO.

Tak hanya itu, ada sembilan saham emiten Indonesia yang tercoret dari Global Small Cap Index, yaitu ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.

Di sisi lain, MSCI tidak mengubah komposisi negara Emerging Markets dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index setelah menyelesaikan Annual Country Review 2026. Dengan demikian, Indonesia akan tetap bertahan pada daftar negara Emerging Markets.

1. Pergerakan IHSG hari ini

Pagi tadi, IHSG masih dibuka di zona hijau, dengan penguatan 14,38 poin atau 0,23 persen ke level 6.388,23. Namun, di menit ke-10 perdagangan sesi I, IHSG melemah 14,69 poin atau 0,23 persen ke 6.359. Level tertinggi IHSG pagi ini ialah 6.390,33, dan level terendahnya 6.281,57.

Investor membukukan transaksi sebesar Rp7,8 triliun, dengan volume transaksi yang diperjualbelikan sebesar 16,44 miliar lembar saham, dan frekuensi sebanyak 1,17 juta kali.

Selain itu, hanya 182 saham yang menguat, sebanyak 456  saham melemah, dan 325 saham stagnan alias tidak mengalami perubahan.

2. Pergerakan indeks saham unggulan hingga penutupan sesi I

Berdasarkan data IDX Mobile, sejumlah indeks saham unggulan turut melemah hingga penutupan perdagangan sesi I siang ini. Berikut rinciannya:

  • LQ45 melemah 1,23 persen ke level 626,02

  • IDX30 melemah 1,22 persen ke level 350,03

  • IDX80 melemah 1,4 persen ke level 94,13

  • IDXESGL melemah 1,36 persen ke level 110,62

  • IDXQ30 melemah 0,93 persen ke level 111,02.

3. Evaluasi MSCI tekan pergerakan IHSG

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August 2026 Index Review memberikan tekanan bagi pasar saham Indonesia.

Perubahan indeks MSCI berpotensi memicu arus dana keluar secara teknikal, meski dampaknya terhadap IHSG diperkirakan relatif terbatas dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan hasil review MSCI kali ini cenderung lebih negatif bagi pasar Indonesia.

Selain perubahan pada GOTO dan CPIN, tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Global Standard Index juga berarti tidak terdapat arus dana masuk yang dapat mengimbangi potensi outflow.

“MSCI August 2026 Index Review memberikan hasil yang lebih negatif bagi pasar Indonesia. Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index,” ujar Rully.

Senada, CGS International Sekuritas Indonesia menilai hasil rebalancing indeks MSCI mengundang sentimen negatif terhadap IHSG. Akan tetapi, IHSG masih berpeluang untuk bangkit.

“Sementara itu pengumuman rebalancing MSCI berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan,” tulis CGS International Sekuritas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article