Nobu Bank dan Jalin Perluas QRIS Antarnegara ke Hong Kong

- Nobu Bank dan Jalin mengembangkan QRIS antarnegara untuk koridor Hong Kong, memungkinkan nasabah membayar merchant terhubung melalui aplikasi Nobu Go.
- Ekspansi Hong Kong melanjutkan dukungan Nobu Bank pada koridor Korea Selatan, seiring kebutuhan nasabah akan pembayaran praktis saat bepergian dan beraktivitas di luar negeri.
- Sejak 2022 hingga Juli 2026, QRIS antarnegara mencatat 25,67 juta transaksi pengguna negara mitra di Indonesia senilai Rp7,63 triliun; Jalin mendukung konektivitas infrastrukturnya.
Jakarta, IDN Times - Pembayaran digital lintas negara terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antarnegara. Kondisi ini mendorong perbankan dan pelaku industri sistem pembayaran untuk memperluas konektivitas agar transaksi di luar negeri dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Salah satunya dilakukan PT Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) bersama PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin). Keduanya menyepakati pengembangan layanan QRIS antarnegara untuk koridor Hong Kong dalam gelaran Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026.
Kerja sama tersebut akan memperluas kapabilitas pembayaran lintas negara Nobu Bank. Ke depan, nasabah dapat melakukan pembayaran kepada merchant yang terhubung di Hong Kong menggunakan aplikasi pembayaran Nobu Go yang mendukung QRIS antarnegara.
Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui dari pengembangan QRIS antarnegara tersebut.
1. Nobu Bank perluas layanan pembayaran lintas negara

Ilustrasi transaksi QRIS memudahkan layanan keuangan digital (IDN Times/ Feny Maulia Agustin) Bagi Nobu Bank, pengembangan QRIS antarnegara ke Hong Kong menjadi kelanjutan dari upaya memperluas layanan pembayaran internasional. Sebelumnya, Nobu Bank telah mendukung koridor Korea Selatan.
Perluasan tersebut dilakukan untuk mengikuti mobilitas nasabah yang semakin lintas negara, termasuk ketika bepergian dan beraktivitas di luar negeri.
Steve Marciano, Direktur Nobu Bank, mengatakan bahwa kebutuhan nasabah terhadap pengalaman pembayaran yang sederhana tidak lagi berhenti pada transaksi domestik.
“Mobilitas nasabah semakin lintas negara, sementara kebutuhan mereka mengarah pada pengalaman pembayaran yang semakin sederhana. Pengembangan QRIS antarnegara, dalam hal ini Hong Kong, memungkinkan kami membawa kemudahan bertransaksi yang telah digunakan nasabah di Indonesia ke salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perjalanan internasional di kawasan Asia,” ujar Steve.
Ia menambahkan, perluasan ke Hong Kong diharapkan membuat Nobu Go semakin relevan dengan kebutuhan nasabah ketika berada di luar negeri.
“Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari kapabilitas QRIS antarnegara Nobu Bank yang sebelumnya telah mendukung koridor Korea Selatan. Kami ingin memastikan Nobu Go semakin relevan dengan kebutuhan nasabah, termasuk saat mereka bepergian, berbelanja, maupun melakukan aktivitas lainnya di luar negeri,” tambahnya.
2. Transaksi QRIS antarnegara terus berkembang

Indonesia Raih Penghargaan Global lewat QRIS Antarnegara. (Dok/Istimewa). Pengembangan layanan tersebut berlangsung ketika pemanfaatan QRIS antarnegara semakin meluas. Bank Indonesia mencatat, sejak pertama kali diimplementasikan pada 2022 hingga Juli 2026, pengguna dari negara mitra telah melakukan sekitar 25,67 juta transaksi QRIS antarnegara di Indonesia dengan nilai Rp7,63 triliun.
Di sisi lain, pengguna Indonesia telah melakukan 4,67 juta transaksi di negara mitra dengan nilai Rp1,73 triliun.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan QRIS untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara, termasuk perdagangan, perjalanan, dan pariwisata.
Melalui QRIS antarnegara, pengguna dapat bertransaksi di negara mitra menggunakan aplikasi pembayaran domestik. Konektivitas tersebut juga mendukung penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT), sehingga transaksi lintas negara dapat berlangsung lebih efisien.
Dengan demikian, perluasan koridor pembayaran tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transaksi konsumen, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan konektivitas ekonomi antarnegara.
3. Jalin perkuat infrastruktur pembayaran

Ilustrasi Layanan Cabang Bank Nobu/Dok Lippo Mall Kemang Dalam kerja sama ini, Jalin berperan mendukung konektivitas dan pemrosesan transaksi melalui infrastruktur sistem pembayaran yang terhubung dengan ekosistem perbankan dan teknologi finansial nasional.
Infrastruktur Jalin saat ini melayani lebih dari 120 anggota perbankan dan tekfin. Peran tersebut menjadi penting seiring semakin banyaknya jaringan pembayaran yang perlu dihubungkan dalam transaksi lintas negara.
Direktur Jalin Eko Dedi Rukminto mengatakan bahwa perluasan layanan lintas negara membutuhkan infrastruktur yang mampu menghubungkan berbagai institusi dan jaringan pembayaran secara andal serta interoperabel.
Menurut Eko, semakin luasnya konektivitas QRIS antarnegara juga membuka peluang bagi pelaku industri pembayaran nasional untuk mengembangkan layanan tanpa harus membangun konektivitas secara terpisah untuk setiap kebutuhan.
“Semakin banyak koridor yang terhubung, semakin besar kebutuhan akan infrastruktur yang andal dan interoperabel. Di sinilah Jalin mengambil peran sebagai infrastructure enabler untuk membantu perbankan dan tekfin membawa layanan mereka ke semakin banyak aktivitas ekonomi lintas negara,” tambahnya.
Kolaborasi Nobu Bank dan Jalin menjadi bagian dari upaya penguatan konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan negara mitra. Perkembangan ini sekaligus menunjukkan semakin strategisnya sistem pembayaran dalam mendukung perdagangan, pariwisata, dan hubungan ekonomi antarnegara.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















![[QUIZ] Dari Bisnis Upin & Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)
