Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Bangkit Pagi Ini, Sinyal Damai AS-Iran Bikin Investor Pede
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat 58 poin atau 0,32 persen menjadi Rp17.969 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi.
  • Data JOLTS AS yang lebih lemah dan harapan pembukaan Selat Hormuz disebut menjadi sentimen positif bagi rupiah.
  • Lukman Leong memperkirakan penguatan terbatas menjelang pengumuman data PDB Indonesia kuartal II-2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (4/8/2026)

Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen ke Rp18.027 per dolar AS.

Rabu (5/8/2026) pagi

Rupiah menguat 58 poin atau 0,32 persen ke Rp17.969 per dolar AS.

siang ini

BPS akan mengumumkan data PDB Indonesia untuk kuartal II-2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kurs rupiah menguat 58 poin atau 0,32 persen ke Rp17.969 per dolar AS.
  • Who?
    Rupiah, dolar AS, Lukman Leong, AS, Iran, dan Badan Pusat Statistik terlibat dalam perkembangan ini.
  • Where?
    Jakarta, dalam perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • When?
    Rabu (5/8/2026) pagi, saat mengawali perdagangan.
  • Why?
    Dolar AS tertekan oleh data JOLTS yang lebih lemah dari perkiraan serta optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • How?
    Rupiah bergerak naik dari penutupan sebelumnya Rp17.997 dan diproyeksikan berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah pagi ini naik saat ditukar dengan dolar AS. Kak Lukman bilang dolar AS sedang tertekan karena data JOLTS lebih lemah dari perkiraan. Orang juga optimistis Selat Hormuz bisa dibuka lagi karena AS dan Iran hampir sepakat damai. Tapi banyak orang masih hati-hati menunggu data PDB Indonesia siang ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan mencerminkan sentimen positif yang disebut muncul dari data JOLTS AS dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz. Di saat bersamaan, perhatian pelaku pasar terhadap data PDB Indonesia menunjukkan pergerakan kurs tetap dipantau dengan mempertimbangkan agenda ekonomi domestik yang akan diumumkan BPS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Rabu (5/8/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda terpantau melonjak 58 poin atau 0,32 persen ke level Rp17.969 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp17.997.

1. Data tenaga kerja AS melemah dan sinyal damai Selat Hormuz

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan rupiah menguat terhadap dolar AS didorong oleh posisi mata uang dolar AS yang sedang tertekan setelah rilis data JOLTS, yakni laporan jumlah lowongan kerja di AS mencatatkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan pasar.

Selain itu, dia menyebutkan sentimen positif juga datang dari optimisme bakal dibukanya kembali Selat Hormuz, menyusul munculnya laporan pihak AS dan Iran telah hampir mencapai kesepakatan damai.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," kata dia.

2. Penguatan rupiah diprediksi terbatas menjelang rilis data PDB

Kendati berpeluang melanjutkan tren positif, Lukman menilai potensi penguatan rupiah diperkirakan akan berlangsung terbatas. Dia menjelaskan para pelaku pasar saat ini masih bersikap hati-hati menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

PDB adalah indikator utama yang mengukur total nilai produksi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data PDB untuk kuartal II-2026 pada siang ini.

"Penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal 2 siang ini," ujar Lukman.

3. Proyeksi pergerakan kurs rupiah hari ini

Mengenai perkiraan nilai tukar sepanjang perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan berada pada rentang harian di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026), mata uang rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp18.027 per dolar AS. Angka tersebut merosot dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article