- Ringgit Malaysia menguat 0,24 persen
- Yuan China menguat 0,26 persen
- Pesso Filipina menguat 0,06 persen
- Won Korea menguat 0,51 persen
- Dolar Taiwan menguat 0,34 persen
- Dolar Singapura menguat 0,10 persen
- Yen Jepang menguat 0,38 persen
Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.756 per Dolar AS

- Rupiah dibuka menguat ke level Rp16.756 per dolar AS, naik 44 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya menurut data Bloomberg.
- Mayoritas mata uang Asia juga menguat, termasuk ringgit Malaysia, yuan China, won Korea, dan yen Jepang yang menunjukkan tren positif di kawasan.
- Penguatan rupiah didorong sentimen risk on global serta pengaruh pidato Presiden AS Donald Trump yang menimbulkan ketidakpastian perdagangan dunia.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan, Kamis (26/2/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.756 per dolar AS per dolar AS.
Rupiah tercatat menguat 44 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Daftar rincian mata uang di Asia yang menguat
Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, rinciannya:
2. Rupiah akan menguat hingga akhir perdagangan
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah menguatnya sentimen risk on di pasar ekuitas global.
Meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko mendorong aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
3. Sentimen berasal dari pernyataan Presiden AS
Lukman menjelaskan sentimen pasar turut dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, dalam pidato kenegaraannya yang kembali menegaskan tekad untuk memberlakukan tarif perdagangan. Sikap tersebut memicu ketidakpastian baru di pasar global, terutama terkait prospek hubungan dagang AS dengan sejumlah mitra utamanya.
"Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.750–Rp16.850 per dolar AS, dengan kecenderungan menguat seiring tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam," ujar Lukman.

















