Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan rupiah akan bergerak datar atau berkonsolidasi terhadap dolar AS dalam jangka pendek, dengan potensi penguatan yang terbatas.
Menurut analis Lukman Leong, meski sentimen global cenderung positif seiring harapan perdamaian di Timur Tengah, sentimen domestik masih relatif lemah. Hal ini membuat investor berhati-hati dan cenderung menghindari rupiah, terutama karena situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih dinamis.
“Pergerakan rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS,” kata Lukman.