Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Ditutup Makin Lesu ke Rp16,787 per Dolar AS
ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Robert Lens)
  • Rupiah perdagangan Jumat (27/2/2025) ditutup pada level Rp16.787 per dolar Amerika Serikat (AS).

  • Rupiah melemah 28 poin yang setara 0,17 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.759 per dolar AS.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah hingga akhir perdagangan masih melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2025). Mata uang Garuda ditutup pada level Rp16.787 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 28 poin yang setara 0,17 persen dibandingkan penutupan kemarin. Pada Kamis (26/2), rupiah ditutup menguat 41 poin ke Rp16.759 per dolar AS.

1. Mata uang kawasan Asia melemah

Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, rinciannya:

  • Yuan China melemah 0,01 persen

  • Rupee India melemah 0,03 persen

  • Pesso Filipina melemah 0,03 persen

  • Won Korea melemah 5,46 persen

  • Dolar Taiwan melemah 0,09 persen

2. Data ekonomi AS dorong rupiah melemah

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, mengatakan laju nilai tukar rupiah yang melemah seharian terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan oleh data ekonomi AS.

"Penguatan dolar AS terjadi setelah rilis sejumlah data ekonomi terbaru menunjukkan kinerja manufaktur dan pasar tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan," ujarnya.

3. Pelaku pasar cermati hasil perundingan AS-Iran

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik, khususnya hasil perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum membuahkan kesepakatan. Ketidakpastian tersebut menambah kehati-hatian investor global dan menopang permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

"Dengan kombinasi penguatan dolar AS dan minimnya sentimen positif dari dalam negeri, rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS," ucapnya.

Editorial Team