- Bath Thailand melemah 0,05 persen
- Yuan China melemah 0,01 persen
- Rupee India melemah 0,09 persen
- Pesso Filipina melemah 0,16 persen
- Dolar Taiwan melemah 0,01 persen
- Yen Jepang melemah 0,19 persen
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.911 per Dolar AS

- Rupiah ditutup melemah ke Rp16.911 per dolar AS, turun 13,50 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.
- Mayoritas mata uang Asia ikut melemah, termasuk baht Thailand, yuan China, rupee India, peso Filipina, dolar Taiwan, dan yen Jepang.
- Tekanan terhadap rupiah dipicu kondisi Selat Hormuz yang tertutup dan lonjakan harga minyak, membuat investor global menghindari aset berisiko seperti mata uang negara berkembang.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah hingga akhir perdagangan berhasil ditutup melemah pada perdagangan Rabu (25/3/2025).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.911 per dolar Amerika Serikat atau melemah 13,50 poin yang setara 0,08 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.
1. Mayoritas mata uang di Asia melemah
Mayoritas mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:
2. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kondisi Selat Hormuz
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah salah satunya dipicu oleh kondisi Selat Hormuz yang masih ditutup.
“Sentimen umum masih risk off, harga minyak masih tinggi dan Selat Hormuz masih ditutup, dan investor masih belum sepenuhnya yakin dan terus berhati-hati memantau perkembangannya,” ujarnya.
3. Berbagai dinamika dorong pelaku pasar hindari aset berisiko
Menurut Lukman, kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Investor global memilih untuk menempatkan dana pada aset yang lebih aman (safe haven) hingga situasi geopolitik mereda.
Selain itu, lonjakan harga minyak akibat terganggunya jalur distribusi global turut menambah tekanan terhadap rupiah, mengingat Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor energi.



















