Sementara itu, sentimen dari sisi domestik berkaitan dengan sejumlah ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 akan melambat ke kisaran 4,8 persen hingga 4,9 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 yang mencapai 5,61 persen.
Perlambatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari meningkatnya biaya produksi akibat gejolak ekonomi global, pengetatan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri. Kondisi tersebut dinilai menekan aktivitas dunia usaha dan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi nasional.
"Untuk sepanjang tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Proyeksi tersebut juga masih berada di bawah target pemerintah yang menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen," jelasnya.