Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.983 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.983 per Dolar AS
ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Robert Lens)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup menguat 58 poin atau 0,34 persen ke level Rp16.983 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu, menunjukkan tren positif di pasar valuta asing.
  • Seluruh mata uang utama Asia turut menguat terhadap dolar AS, menandakan adanya dorongan sentimen positif yang meluas di kawasan regional.
  • Pernyataan Donald Trump soal rencana penarikan militer AS dari Timur Tengah serta kepastian harga BBM domestik ikut memperkuat optimisme pasar dan mendukung penguatan rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Rabu (1/4/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.983 per dolar AS per dolar AS.

Rupiah tercatat menguat 58 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang parkir di level Rp17.041 per dolar AS

1. Daftar mata uang di Asia kompak menguat

Lebih rinci, rupiah tidak menguat sendirian karena semua mata uang di kawasan Asia ikut menguat terhadap dolar AS, beberapa di antaranya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,57 persen
  • Bath Thailand menguat 0,16 persen
  • Yuan China menguat 0,25 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,85 persen
  • Dolar Taiwan menguat 0,28 persen
  • Dolar Singapura menguat 0,22 persen
  • Dolar Hongkong menguat 0,02 persen
  • Yen Jepang menguat 0,01 persen

2. Sentimen positif dari Trump picu penguatan rupiah

Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong menjelaskan, penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini seiring membaiknya sentimen pasar global.

Menurut dia, penguatan mata uang Garuda didorong oleh perubahan sikap pelaku pasar menjadi lebih berani mengambil risiko (risk on), menyusul meningkatnya harapan de-eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

3. Ada potensi militer AS akan segera tinggalkan Timur Tengah

Sentimen lainnya berasal dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menyebutkan militer Amerika Serikat akan segera meninggalkan kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik geopolitik yang selama ini menekan pasar keuangan global.

Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari konferensi pers pemerintah yang menegaskan stabilitas harga energi, khususnya memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan di tengah gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak global.

“Ada hal positif yakni terkait pernyataan Trump soal militer AS akan segera meninggalkan Timur Tengah,” ujar Lukman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More