- Tarif jalan tol turun sebesar 0,87 persen
- Tarif angkutan laut turun sebesar 7,45 persen
- Tarif ASDP mengalami penurunan sebesar 3,17 persen
- Tarif kereta api turun sebesar 3,18 persen.
Emas Perhiasan Deflasi pada Maret 2026 setelah 32 Bulan Beruntun Inflasi

- Emas perhiasan mencatat deflasi 1,17 persen pada Maret 2026 setelah 32 bulan inflasi beruntun, menjadi faktor utama penahan laju inflasi nasional.
- Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,21 persen, menjadi tingkat terendah dalam empat tahun terakhir dengan andil kecil terhadap inflasi umum.
- Kelompok transportasi justru alami inflasi selama Ramadan dan Lebaran akibat naiknya permintaan, terutama dari bensin dan tarif antarkota, meski beberapa tarif transportasi lain turun karena diskon.
Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas perhiasan menjadi faktor utama penahan laju inflasi pada Maret 2026. Setelah mengalami kenaikan selama 32 bulan berturut-turut, komoditas ini akhirnya berbalik arah dan mencatatkan deflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 1,17 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,03 persen. Penurunan ini turut meredam tekanan inflasi di tengah meningkatnya permintaan selama periode Ramadan dan Lebaran.
"Komoditi emas perhiasan mengalami deflasi selama 32 bulan berturut-turut mengalami inflasi dan baru saat ini komoditi emas mengalami deflasi," ujarnya dalam Konferensi Pers BPS, Rabu (1/4/2026).
1. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi 0,21 persen

Secara keseluruhan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi sebesar 0,21 persen dengan andil 0,01 persen terhadap inflasi umum.
Capaian ini juga menjadi tingkat deflasi terendah kelompok tersebut dalam empat tahun terakhir.
2. Kelompok transportasi mengalami inflasi di Ramadan dan Lebaran

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi pada momen Ramadan dan Lebaran 2026. Ini seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode tersebut.
"Dalam lima tahun terakhir, inflasi kelompok transportasi hampir selalu terjadi pada periode Ramadan dan Lebaran. Tekanan inflasi bahkan cenderung lebih tinggi saat Lebaran dibandingkan awal Ramadan, dengan pengecualian pada 2022 dan 2025," ucapnya.
3. Komoditas paling besar sumbang inflasi transportasi adalah bensin

Ateng merinci, komoditas yang paling besar menyumbang inflasi pada kelompok transportasi adalah bensin dan tarif angkutan antarkota.
"Bensin memberikan andil sebesar 0,04 persen terhadap inflasi umum, sedangkan tarif angkutan antarkota menyumbang 0,03 persen," tuturnya.
Meski begitu, sejumlah komponen transportasi justru menahan laju inflasi. Tarif angkutan udara tercatat mengalami deflasi dengan andil sebesar 0,03 persen.
Selain itu, tarif jalan tol, angkutan laut, ASDP, dan kereta api juga mengalami penurunan atau deflasi. Berikut rinciannya:
BPS menilai, deflasi ini dipengaruhi oleh pemberian stimulus berupa diskon tarif transportasi selama periode Lebaran 2026.


















