Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS

ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Pasar merespons positif aksi demo buruh damai di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta
  • Pasar global mencermati ketidakpastian politik di AS terkait independensi The Fed dan sinyal dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell
  • Rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, diperkirakan berada dalam kisaran Rp16.340 hingga Rp16.400 per dolar AS
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Kamis (28/8/2025). Rupiah parkir di posisi Rp16.352 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 15 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.368. Dalam pergerakan hari ini, rupiah sempat melemah 8 poin sebelum berbalik menguat di sesi penutupan.

1. Pasar respons positif aksi demo buruh damai

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor domestik. Pasar merespons positif aksi demonstrasi ribuan buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

"Aksi ini berjalan dengan damai dan tidak anarkis karena ada kerja sama yang apik antara koordinator aksi demo dengan aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi tersebut," sebutnya.

2. Ketidakpastian politik di AS dan sinyal The Fed

Pasar global juga masih mencermati ketidakpastian politik di AS terkait independensi Federal Reserve (The Fed). Pencopotan Gubernur The Fed Lisa Cook oleh Presiden AS Donald Trump dinilai menimbulkan kekhawatiran akan otonomi bank sentral.

"Ketidakpastian politik seputar independensi Federal Reserve (Fed) kembali di uji, sebelumnya Donald Trump mencopot Gubernur Lisa Cook telah menimbulkan kekhawatiran," ujarnya.

Di sisi lain, pesan dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell dalam pertemuan sebelumnya memberikan dorongan tambahan bagi pasar. Powell mengindikasikan kondisi ekonomi AS saat ini mungkin membenarkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Sikap dovish berarti lebih longgar dalam kebijakan moneter, biasanya ditandai dengan peluang penurunan suku bunga. Penurunan itu bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi bisa melemahkan nilai mata uang.

3. Proyeksi pergerakan rupiah jelang akhir pekan

Sepanjang hari ini, rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.345 hingga Rp16.361 per dolar AS. Jika ditarik lebih luas, dalam 52 minggu terakhir rupiah tercatat berada pada rentang Rp15.060 hingga Rp17.224 per dolar AS.

Untuk perdagangan Jumat (29/8/2025), Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Mata uang garuda diperkirakan berada dalam kisaran Rp16.340 hingga Rp16.400 per dolar AS.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us