Koreksi IHSG Mereda, Airlangga: Alhamdulillah Wa Syukurillah

- Menko Airlangga menjelaskan, perbaikan kinerja pasar saham dipicu oleh langkah cepat pemerintah yang segera berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Sel Regulatory Organization (SRO)untuk membahas mekanisme lanjutan dalam menjaga stabilitas pasar modal.
- Rencana penerbitan aturan mengenai free float minimal 15 persen oleh OJK dan SRO dinilai dapat memperbaiki tata kelola serta meningkatkan transparansi pasar.
Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan rasa syukurnya atas kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai menunjukkan pemulihan setelah diberlakukannya trading halt pada sesi pertama perdagangan Kamis (29/1/2026). IHSG pun berangsur mempersempit koreksi, sehingga ditutup pada level 8.232,20.
Berdasarkan data dari RTI Business, IHSG sempat jatuh ke titik terendah di level 7.481,98 setelah mengalami penurunan lebih dari 10 persen. Namun akhirnya ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232,20.
"Alhamdulillah wa syukurillah," ujar Airlangga saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
1. Perbaikan saham karena koordinasi pemerintah dan OJK

Airlangga menjelaskan, perbaikan kinerja pasar saham dipicu oleh langkah cepat pemerintah yang segera berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Sel Regulatory Organization (SRO)untuk membahas mekanisme lanjutan dalam menjaga stabilitas pasar modal.
“Faktor utamanya adalah respons cepat pemerintah, dan tadi bersama OJK kami sudah membahas mekanisme selanjutnya,” ujar Airlangga.
2. Aturan free float dinilai meningkatkan transparansi

Airlangga menyebutkan rencana penerbitan aturan mengenai free float minimal 15 persen oleh OJK dan SRO dinilai dapat memperbaiki tata kelola serta meningkatkan transparansi pasar.
“Tahap ini sudah cukup. Namun, dalam penerapan 15 persen, transparansi tetap harus dijaga,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan, keterbukaan data mengenai free float akan memudahkan identifikasi struktur kepemilikan saham dan berperan dalam mengurangi praktik saham gorengan.
“Dengan adanya transparansi mengenai siapa saja yang memiliki saham dalam free float. Hal itu dapat memitigasi praktik saham gorengan,” ujarnya.
3. IHSG diprediksi bisa tembus 10.000 di akhir tahun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis IHSG akan menembus level 10.000 pada akhir 2026, sesuai dengan prediksi yang telah disampaikannya pada akhir tahun lalu.
"Kan akhir tahun (IHSG capai 10.000). To the moon, jangan takut. Fondasi kita bagus, kan saya Menteri Keuangannya," kata Purbaya.
Optimisme tersebut didasari oleh kondisi fundamental perekonomian nasional yang dinilai masih kuat. Meski demikian, Purbaya mengakui pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh laporan kebijakan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Namun, dia menegaskan dampak kebijakan tersebut bersifat sementara. Menurut Purbaya, OJK bersama BEI juga tengah menyiapkan langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan terkait MSCI.











.jpg)




