Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Terhindar dari Penipuan Ketika Bertransaksi Digital

5 Tips Terhindar dari Penipuan Ketika Bertransaksi Digital
ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Jaga kerahasiaan data pribadi, termasuk User ID, password, dan OTP
  • Hindari membagikan NIK, foto KTP, dan selfie dengan KTP kepada siapapun
  • Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) untuk perlindungan tambahan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Transaksi digital kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, mulai dari belanja online, pembayaran tagihan, hingga transfer keuangan. Kemudahan ini memang membuat aktivitas lebih praktis dan cepat, tetapi di sisi lain juga membuka peluang besar bagi pelaku penipuan untuk memanfaatkan celah keamanan. Banyak orang menjadi korban karena kurang hati-hati atau tidak memahami risiko yang ada saat bertransaksi secara online.

Perkembangan teknologi membuat modus penipuan semakin beragam, mulai dari situs abal-abal, phishing lewat pesan singkat, hingga pencurian identitas melalui tautan palsu. Pelaku penipuan biasanya memanfaatkan kelengahan pengguna atau memancing rasa panik agar korban segera memberikan data pribadi. Karena itu, pemahaman mengenai keamanan digital menjadi sangat penting untuk menjaga diri dari ancaman tersebut.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan beberapa langkah dasar, siapa pun bisa meminimalkan risiko menjadi korban penipuan digital. Mengetahui cara membedakan transaksi aman dan mencurigakan adalah langkah pertama untuk melindungi data pribadi dan keuangan dalam aktivitas online sehari-hari. Berikut 5 tips terhindar dari penipuan ketika bertransaksi digital dari Kredivo.

Table of Content

1. Tidak memberikan data pribadi

1. Tidak memberikan data pribadi

Keamanan tambahan(Unsplash/TERBANG:D)
Keamanan tambahan(Unsplash/TERBANG:D)

Sangat penting untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi yang berkaitan dengan akun kamu. User ID, password, dan kode One-Time Password (OTP) adalah kunci akses utama ke akun-akun kamu.

Sekali mengungkapkan informasi ini kepada pihak lain, bahkan yang mengaku dari platform pembayaran, dapat membuka pintu upaya penipuan.

Biasanya, pelaku akan berusaha menghubungimu dan mengaku berasal dari platform pembayaran untuk meminta kode OTP. Padahal platform keuangan yang resmi berizin dan diawasi OJK tidak akan pernah meminta data pribadi tersebut pada setiap penggunanya.

2. Pahami bahwa NIK dan foto selfie pakai KTP bukan konsumsi publik

Ilustrasi e-KTP. (IDN Times/Reza Iqbal Ghifari)
Ilustrasi e-KTP. (IDN Times/Reza Iqbal Ghifari)

Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto KTP bahkan foto selfie kamu memegang KTP merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengaktifkan akun di layanan keuangan digital, seperti Paylater.

Oleh karena itu, kamu tidak boleh membagikan data tersebut kepada pihak manapun, bahkan kepada orang terdekat. Melalui data tersebut, pihak-pihak tidak bertanggungjawab dapat membuka akun di platform layanan keuangan digital dan bertransaksi atas nama kamu.

3. Selalu aktifkan 2FA

Ilustrasi Autentikasi Dua Faktor (2FA) (pixabay.com/ar130405)
Ilustrasi Autentikasi Dua Faktor (2FA) (pixabay.com/ar130405)

Two-Factor Authentication (2FA) adalah lapisan tambahan keamanan yang memberikan perlindungan ekstra terhadap akun kamu. Dengan mengaktifkan 2FA, kamu akan membutuhkan informasi tambahan seperti kode yang dikirimkan ke perangkatmu, selain kata sandi untuk masuk ke akun.

Metode 2FA ini akan menyulitkan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil alih akunmu. Dalam beberapa aplikasi, untuk mengaktifkan 2FA kamu dapat pergi ke menu pengaturan lalu klik pada opsi keamanan kemudian selanjutnya klik pada opsi Two-Factor Authentication.

4. Jangan sembarangan membuka tautan atau menerima telepon dari orang asing

ilustrasi telepon (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi telepon (pexels.com/Anna Shvets)

Jika kamu menerima SMS atau pesan media sosial dari kontak tidak dikenal yang memberikan tautan mencurigakan, maka kamu jangan mengklik tautan tersebut. Hal ini merupakan modus penipuan online yang tujuannya untuk mencuri data pribadimu.

Selain itu, apabila terdapat panggilan dari kontak asing, tetap berhati-hati karena banyak penipuan via telepon. Penipuan semacam itu umumnya menggunakan nomor ponsel, bukan nomor kantor.

Untuk mengecek kredibilitas pihak yang menghubungimu, kamu dapat menggunakan aplikasi seperti TrueCaller atau GetContact. Dari kedua aplikasi itu kamu bisa mengetahui apakah pihak tersebut pernah dilaporkan sebagai penipu sebelumnya atau tidak.

5. Cermati alamat situs tempat bertransaksi digital

ilustrasi website resmi (pwd.com.au)
ilustrasi website resmi (pwd.com.au)

Sebelum melakukan transaksi atau memasukkan informasi pribadi, selalu periksa apakah alamat website dimulai dengan "https://" dan memiliki ikon gembok di bilah alamat.

Domain alat yang berawalan dengan “https://” menunjukkan bahwa informasi yang kamu kirimkan akan dienkripsi dan akan mengurangi risiko informasi yang kamu masukkan diketahui oleh pihak lain.

FAQ seputar Tips Terhindar dari Penipuan Ketika Bertransaksi Digital

Apa saja langkah penting untuk terhindar dari penipuan online?

Beberapa langkah penting termasuk tidak memberikan data pribadi ke pihak tidak dikenal, memverifikasi alamat situs sebelum bertransaksi, mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA), serta tidak sembarang membuka tautan atau panggilan dari sumber asing.

Mengapa tidak boleh membagikan NIK atau foto KTP secara online?

NIK, foto KTP, atau foto selfie dengan KTP bukan konsumsi publik dan bisa digunakan penipu untuk membuka akun atau layanan atas nama kamu, bahkan melakukan transaksi tanpa sepengetahuanmu.

Apa manfaat mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA)?

2FA menambahkan lapisan keamanan tambahan selain password, sehingga jika seseorang mengetahui kata sandi kamu sekalipun, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode verifikasi yang dikirimkan ke perangkatmu.

Bagaimana cara memastikan alamat website aman sebelum bertransaksi?

Pastikan alamat website dimulai dengan “https://” dan memiliki ikon gembok pada bilah alamat browser. Ini menunjukkan bahwa koneksi dienkripsi dan lebih aman untuk memasukkan data pribadi atau pembayaran.

Apa yang harus saya lakukan jika menerima pesan atau panggilan mencurigakan?

Jangan klik tautan atau mengungkapkan informasi apa pun. Sebaiknya verifikasi langsung melalui kanal resmi platform, misalnya lewat aplikasi atau kontak layanan pelanggan resmi, sebelum menanggapi pesan seperti itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridwan Aji Pitoko
EditorRidwan Aji Pitoko
Follow Us

Latest in Business

See More

OJK: Dukungan Danantara Mulai Aktif Investasi di Pasar Modal

29 Jan 2026, 23:41 WIBBusiness