Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan para pelaku pasar tengah mencermati meningkatnya bentrokan militer antara AS dan Iran. Pasukan AS melaporkan menyerang target militer Iran selama 11 malam berturut-turut, sementara Teheran membalas dengan menyerang posisi militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
"Selain itu, investor juga memantau gerakan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran setelah mengancam blokade angkatan laut yang memengaruhi pengiriman yang terkait dengan Saudi di Laut Merah," ujarnya.
Investor memantau ancaman blokade Laut Merah oleh kelompok Houthi Yaman terhadap kapal terkait Arab Saudi, yang memaksa sejumlah tanker minyak mengubah rute. Konflik yang meluas hingga Selat Hormuz itu dikhawatirkan mengganggu pasokan minyak global serta melonjakkan biaya pengiriman dan asuransi.