Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Melemah Signifikan ke Level Rp17.302 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (IDN Times/Holy Kartika)
  • Rupiah dibuka melemah signifikan ke level Rp17.302 per dolar AS, turun 0,71 persen dan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.
  • Analis memprediksi rupiah masih berpotensi melemah karena penguatan dolar AS dipicu meningkatnya sentimen risk off akibat konflik dan ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah.
  • Kenaikan harga minyak dan keputusan BI mempertahankan suku bunga dinilai belum cukup menahan tekanan terhadap rupiah, sehingga nilai tukar diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.200–Rp17.350 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah signifikan pada perdagangan Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.302 per dolar Amerika Serikat atau melemah 121,50 poin atau 0,71 persen dibandingkan penutupan kemarin.

1. Rupiah melemah paling dalam di Asia

Mayoritas mata uang di Asia bergerak melemah, ini rinciannya

Bath Thailand melemah 0,71 poin

Ringgit Malaysia melemah 0,01 poin

Yuan China melemah 0,01 poin

Rupee India melemah 0,30 poin

Pesso Filipina melemah 0,38 poin

Won Korea melemah 2,91 poin

Dolar Taiwan melemah 0,05 poin

Yen Jepang melemah 0,04 poin

2. Rupiah masih berpotensi terus melemah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan nilai tukar rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan mendatang.

Tekanan ini muncul seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risk off akibat eskalasi konflik serta ketidakpastian proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

3. BI kurang optimal stabilkan rupiah

Selain faktor global, kenaikan harga minyak mentah dunia turut menjadi beban tambahan bagi rupiah. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia, sehingga menekan pergerakan mata uang domestik.

Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan dinilai belum cukup kuat untuk menahan tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Menurut BI kurang optimal lakukan stabilisasi rupiah. Kondisi ini membuat rupiah makin melemah.

"Sama sekali kurang, BI mesti memberikan sinyal hawkish dan bukan memberikan harapan bahwa mereka masih berkeinginan utk memangkas suku bunga," tegasnya

Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.200 hingga Rp17.350 per dolar AS.

Editorial Team