Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan rupiah ini ditopang oleh respons positif pelaku pasar terkait langkah pemerintah yang mengevaluasi dan mempertimbangkan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai mencerminkan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah telah menyesuaikan pagu anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam APBN 2026. Anggaran MBG yang semula direncanakan sebesar Rp335 triliun dipangkas menjadi Rp268 triliun.
"Berdasarkan penyesuaian terbaru, alokasi tersebut dilaporkan kembali mengalami penajaman atau pemotongan menjadi sekitar Rp228,38 triliun," jelasnya.
Pemerintah mengkaji opsi pemotongan tambahan hingga Rp50 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan negara Pemotongan ini dilakukan untuk merespons risiko ekonomi global, menjaga defisit fiskal, serta memperbaiki tata kelola program.