Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Tambah Loyo Pagi Ini, Investor Menanti Sikap The Fed
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah ke level Rp18.179 per dolar AS pada awal perdagangan, tertekan penguatan indeks dolar AS.

  • Investor menanti sikap The Fed dalam pertemuan FOMC, sementara harga minyak tinggi dan net sell asing turut membebani rupiah.

  • Rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan Rabu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (28/10/2026)

Rupiah dibuka pada level Rp18.161 per dolar AS pada awal perdagangan. Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

pukul 09.06 WIB

Data Bloomberg mencatat rupiah berada di level Rp18.179 per dolar AS, melemah 23 poin atau 0,13 persen dari penutupan sebelumnya.

malam ini

Pasar menanti pertemuan FOMC dan kemungkinan sikap hawkish dari The Fed.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dan berada di level Rp18.179 per dolar AS pada awal perdagangan.
  • Who?
    Rupiah, dolar AS, investor, The Fed, investor asing, dan pengamat pasar uang Lukman Leong.
  • Where?
    Perdagangan rupiah dan pasar saham domestik Indonesia.
  • When?
    Awal perdagangan Rabu (28/10/2026), dengan data Bloomberg hingga pukul 09.06 WIB.
  • Why?
    Penguatan indeks dolar AS, antisipasi sikap hawkish The Fed, harga minyak yang tinggi, dan net sell investor asing.
  • How?
    Rupiah dibuka Rp18.161 per dolar AS, lalu melemah 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp18.179 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah sedang melemah terhadap dolar AS. Pada pagi hari, rupiah dibuka di Rp18.161 lalu berada di Rp18.179. Investor menunggu keputusan The Fed tentang suku bunga. Harga minyak yang tinggi dan investor asing yang menjual saham juga memberi tekanan. Lukman memperkirakan rupiah bergerak di Rp18.100 sampai Rp18.200.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (28/10/2026). Rupiah dibuka di level Rp18.161 per dolar AS pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.06 WIB, rupiah sudah berada di level Rp18.179 per dolar AS, melemah 23 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.

1. Indeks dolar AS menguat jelang pertemuan The Fed

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (28/10/2026).

Indeks dolar AS merupakan ukuran kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Ketika indeks tersebut menguat, mata uang negara lain, termasuk rupiah, dapat menghadapi tekanan.

Pasar mengantisipasi kemungkinan sikap hawkish dari bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), yakni kecenderungan bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan inflasi, misalnya dengan menjaga suku bunga tetap tinggi.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS oleh antisipasi sikap hawkish dari The Fed dala pertemuan FOMC malam ini," kata Lukman.

Sikap The Fed menjadi perhatian investor karena perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi daya tarik aset berbasis dolar. Jika suku bunga diperkirakan bertahan tinggi, permintaan terhadap dolar AS berpotensi meningkat.

2. Harga minyak dan aksi jual saham asing membebani rupiah

Selain sentimen dari AS, harga minyak dunia yang masih tinggi turut menjadi perhatian pasar. Kenaikan harga minyak dapat menambah beban biaya impor energi Indonesia yang sebagian transaksinya menggunakan dolar AS.

Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari penjualan bersih saham oleh investor asing atau net sell di pasar saham domestik.

Net sell terjadi ketika nilai saham yang dijual investor lebih besar daripada nilai saham yang dibeli. Kondisi itu menunjukkan adanya arus keluar dana dari pasar saham apabila investor menarik dananya dari pasar domestik.

"Harga minyak yang masih tinggi dan net sell investor asing di pasar ekuitas domestik juga masih membebani," ujar dia.

3. Proyeksi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini

Lukman memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Rabu.

Data Bloomberg juga menunjukkan rentang pergerakan harian rupiah tercatat Rp18.161 hingga Rp18.183 per dolar AS, sedangkan rentang pergerakan dalam 52 minggu terakhir berada di level Rp16.566 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article