Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (28/10/2026).
Indeks dolar AS merupakan ukuran kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Ketika indeks tersebut menguat, mata uang negara lain, termasuk rupiah, dapat menghadapi tekanan.
Pasar mengantisipasi kemungkinan sikap hawkish dari bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), yakni kecenderungan bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan inflasi, misalnya dengan menjaga suku bunga tetap tinggi.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS oleh antisipasi sikap hawkish dari The Fed dala pertemuan FOMC malam ini," kata Lukman.
Sikap The Fed menjadi perhatian investor karena perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi daya tarik aset berbasis dolar. Jika suku bunga diperkirakan bertahan tinggi, permintaan terhadap dolar AS berpotensi meningkat.