Rupiah Tertekan, Investor Wait and See Data Ekonomi AS

- Rupiah diperkirakan melemah terbatas
- Investor hati-hati akibat ketegangan politik
- Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (27/8/2025). Rupiah mengawali perdagangan di Rp16.351 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.07 WIB, rupiah berada di level Rp16.351 per dolar AS, melemah 52,50 poin atau 0,32 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.298,50.
1. Rupiah diperkirakan melemah terbatas
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan mata uang Garuda akan cenderung berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas," kata Lukman.
Dia menilai para investor masih memilih bersikap wait and see menunggu rilis data penting dari Amerika Serikat, yaitu produk domestik bruto (PDB) dan inflasi, yang dijadwalkan akhir pekan ini.
2. Investor hati-hati akibat ketegangan politik
Lukman menyebut ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dengan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), juga ikut membuat investor berhati-hati. Pasar menunggu arah kebijakan yang lebih jelas.
"Kekisruhan antara Trump dengan The Fed membuat investor cenderung hati-hati," ujar Lukman.
3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp16.319 hingga Rp16.355 per dolar AS. Dalam 52 pekan terakhir, pergerakan rupiah tercatat berada pada rentang Rp15.060 hingga Rp17.224.
Menurut Lukman, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp16.200 hingga Rp16.350 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.