- Komisaris Utama: Suryo Utomo
- Wakil Komisaris Utama: Dwi Ary Purnomo
- Komisaris: Fahri Hamzah
- Komisaris: Didyk Choiroel
- Komisaris Independen: Ida Nuryanti
- Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
- Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
BTN Angkat Sekjen Kementerian PKP Didyk Choiroel Jadi Komisaris

- Kinerja BTN ditopang oleh pertumbuhan kredit dan DPK.
- Alasan penyesuaian susunan pengurus untuk adaptif terhadap dinamika industri.
- Daftar susunan komisaris dan direksi BTN yang baru.
Jakarta, IDN Times - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang digelar Rabu (7/1) menyepakati penambahan satu orang komisaris. Pemegang saham mengangkat Didyk Choiroel sebagai Komisaris BTN.
Selain perubahan susunan komisaris, RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan serta pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026.
Perubahan anggaran dasar dilakukan seiring berlakunya Undang-Undang BUMN Nomor 16 Tahun 2025 serta menindaklanjuti surat Kepala BP BUMN Nomor 23/BPU/10/2025 tertanggal 28 Oktober 2025. Sebagai BUMN, BTN wajib menyesuaikan anggaran dasarnya dengan ketentuan regulasi terbaru.
Sementara itu, pendelegasian kewenangan persetujuan RKAP 2026 dilakukan sesuai Pasal 15G ayat (3) dan ayat (5) UU BUMN, yang mengatur kewajiban direksi untuk menyusun RKAP sebelum dimulainya tahun buku berikutnya.
1. Kinerja BTN ditopang oleh pertumbuhan kredit dan DPK

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, di tengah proses pemulihan ekonomi dan tantangan makro, perseroan mampu mencatatkan kinerja solid hingga akhir 2025. Total aset BTN tumbuh 8,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi sekitar Rp510 triliun.
“Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang tetap positif serta rasio keuangan yang terjaga di atas ketentuan regulator,” ujar Nixon.
2. Alasan penyesuaian susunan pengurus

Menurut Nixon, penyesuaian susunan pengurus merupakan langkah strategis agar organisasi tetap adaptif terhadap dinamika industri dan tantangan ke depan. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan ekonomi nasional serta kebutuhan industri perbankan yang terus berkembang.
“Perubahan ini bagian dari strategi jangka panjang BTN untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis guna mendukung transformasi bisnis,” katanya.
3. Daftar susunan komisaris dan direksi BTN

Dengan keputusan tersebut, susunan Komisaris BTN menjadi sebagai berikut:
Adapun susunan Direksi BTN adalah:
- Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
- Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
- Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen
- Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
- Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
- Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
- Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
- Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
- Direktur Commercial Banking: Hermita
- Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo
- Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra
- Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar
Perubahan susunan pengurus tersebut efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).
BTN optimistis bergabungnya Didyk Choiroel sebagai komisaris akan memperkuat arah transformasi perseroan, khususnya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah serta meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri perbankan.
“Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan membawa BTN semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Nixon.



















