Alphabet, perusahaan induk Google, mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah perdagangannya pada Kamis, 29 Oktober 2026. Saham perusahaan tersebut anjlok sekitar 13 persen setelah merilis laporan keuangan kuartal III 2026. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Alphabet melantai di bursa pada 2004.
Kejatuhan saham tersebut menghapus sekitar US$482 miliar dari kapitalisasi pasar Alphabet dalam satu hari. Angka itu menjadi kehilangan nilai pasar harian terbesar kedua yang pernah dialami perusahaan terbuka di Amerika Serikat setelah Nvidia kehilangan sekitar US$593 miliar pada Januari 2025. Kondisi ini menarik perhatian karena bisnis AI Google sebenarnya menunjukkan pertumbuhan pesat, tetapi investor justru mengkhawatirkan biaya investasi dan prospek pendapatannya.
