Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Senat AS Blokir RUU Kripto, Bitcoin Langsung Anjlok 3 Persen
ilustrasi mata uang digital (pexels.com/Roger Brown)

Jakarta, IDN Times – Upaya menetapkan regulasi mata uang kripto di Amerika Serikat (AS) terhenti setelah Senat memblokir Rancangan Undang-Undang (RUU) Clarity Act pada Selasa (15/9/2026). Voting mosi untuk melanjutkan pembahasan hanya menghasilkan 50 suara mendukung dan 49 menolak, sehingga gagal memenuhi batas 60 suara. Senator Cynthia Lummis dari Wyoming menyatakan perjuangan regulasi itu telah berakhir setelah pihak pendukung mengajukan lebih dari 120 perubahan tanpa hasil.

Pemungutan suara tersebut segera diikuti oleh tekanan di pasar keuangan global. Dilansir CNBC, setelah Senat AS blokir RUU Kripto, harga Bitcoin merosot sekitar 3 persen, sementara saham Coinbase dan Circle masing-masing turun 8 persen dan 10 persen. Penolakan ini membuat industri kripto harus menanti kepastian hukum dari Kongres setidaknya sampai tahun depan.

Pengawasan sektor ini untuk sementara tetap dijalankan secara mandiri oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). SEC mengusulkan kelonggaran penjualan token bagi perusahaan rintisan tanpa pendaftaran. Sementara itu, CFTC baru saja menyetujui kontrak berjangka bitcoin perpetual pertama di AS.

1. Clarity Act membagi pengawasan aset digital

ilustrasi undang-undang AS (pexels.com/Tara Winstead)

Clarity Act disusun untuk membagi kewenangan pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC. RUU ini juga ditujukan untuk memperketat pendaftaran serta memperkuat ketentuan anti-pencucian uang. Industri kripto berharap aturan ini menciptakan kepastian hukum, tetapi pembaruan larut malam tetap tak mengubah suara di Senat.

Partai Demokrat menolak RUU tersebut karena menilai belum ada ketentuan etika yang kuat terkait keluarga Presiden AS Donald Trump. Formulir pengungkapan keuangan menunjukkan pendapatan Trump melonjak 250 persen dari 620 juta dolar AS (setara Rp10,9 triliun) menjadi 2,2 miliar dolar AS (setara Rp38,9 triliun). Sebagian besar kenaikan ini berasal dari usaha kripto yang dikelola anak-anaknya, Donald Trump Jr. dan Eric Trump.

Senator Cory Booker dari New Jersey menyampaikan alasan mendasar di balik langkah penolakannya. “Kita bisa membicarakan banyak hal tentang itu. Tapi yang sederhana adalah, itu memungkinkan korupsi presiden untuk terus berlanjut,” terangnya, dikutip Fox News.

2. Negosiasi senator gagal memperkuat klausul etika

ilustrasi ruang rapat (pexels.com/Jan van der Wolf)

Negosiasi menit terakhir sempat dilakukan Senator Ruben Gallego dari Arizona dan Senator Thom Tillis dari North Carolina untuk memperkuat klausul etika. Namun, Gallego mengungkapkan staf perbankan dari kantor Senator Tim Scott menyela dan menghentikan pembicaraan secara sepihak. Menurut Gallego, pihak lawan khawatir menghadapi pemungutan suara amandemen etika sehingga memilih menghentikan RUU tersebut.

Penolakan terhadap RUU tersebut juga muncul dari internal Partai Republik serta dari syarat tambahan legislator lain. Senator Susan Collins, Josh Hawley, dan Jerry Moran menahan dukungan karena kekhawatiran mereka belum terselesaikan. Sementara itu, Senator Andy Kim menilai ketentuan penanggulangan pendanaan teroris dan kartel dalam RUU itu masih lemah.

Di sisi lain, Senator John Cornyn dari Texas sebenarnya menginginkan RUU tersebut tetap masuk tahap debat agar dapat diperbaiki. Ia berpendapat amandemen perlu dilakukan untuk menjawab kekhawatiran terkait dampak deposito bank komunitas dan risiko kejahatan. Langkah tersebut dinilainya sebagai proses legislasi yang lazim dijalankan di Senat.

3. Senat AS mengalihkan fokus ke RUU olahraga perguruan tinggi

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dengan waktu tujuh minggu tersisa menuju pemilu tengah masa jabatan, kegagalan RUU ini membuat Senat mengalihkan perhatian. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dari South Dakota mengonfirmasi komitmen untuk memajukan RUU olahraga perguruan tinggi yang diusulkan Senator Ted Cruz. Aturan baru tersebut dirancang untuk mengatur aliran dana besar sekaligus memberikan perlindungan bagi atlet mahasiswa.

Thune berharap pembacaan RUU olahraga perguruan tinggi tersebut dapat memperoleh 60 suara yang dibutuhkan. Meski demikian, ia mengaku belum tahu pasti apakah dukungan tersebut akan tercapai.

Keputusan Senat AS blokir RUU Kripto ini berpotensi mengubah peta politik di tingkat legislatif. Komite aksi politik kripto Fairshake dilaporkan dapat mengambil langkah strategis dalam pemilu mendatang. Mereka berpeluang mengalihkan dukungan finansial kepada kandidat penantang bagi para senator yang menolak Clarity Act.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article