Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sinyal Damai AS-Iran Muncul, Rupiah Perkasa ke Rp16.759 per Dolar AS
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat 41 poin ke Rp16.759 per dolar AS pada penutupan Kamis, didorong sentimen positif dari potensi pertemuan damai antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di Jenewa.
  • Pasar global menyoroti rencana pembahasan program nuklir Teheran yang memberi harapan stabilitas geopolitik, meski ketegangan tetap tinggi setelah peringatan keras dari Presiden Donald Trump.
  • Kebijakan tarif baru Amerika Serikat hingga 15 persen turut menciptakan ketidakpastian perdagangan, sementara analis memproyeksikan rupiah berpotensi melemah menjelang akhir pekan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026). Rupiah ditutup pada level Rp16.759 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 41 poin atau 0,24 persen dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.800 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp16.742 hingga Rp16.769 per dolar AS.

1. Pertemuan nuklir di Jenewa beri angin segar bagi pasar

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mencatat pasar tengah mencermati rencana pertemuan pejabat AS dan Iran di Jenewa untuk membahas program nuklir Teheran. Utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan bertemu pihak Iran pada Kamis sore sebagai upaya Washington mencapai kesepakatan terkait program nuklir dan rudal balistik.

"Pasar mengamati dengan saksama perkembangan diplomatik saat para pejabat AS dan Iran bersiap untuk bertemu di Jenewa untuk membahas kembali program nuklir Teheran," kata Ibrahim.

​Meski Menlu Iran Abbas Araqchi mengisyaratkan adanya ruang untuk solusi diplomatik, tensi tetap tinggi setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan konsekuensi serius jika pertemuan tersebut gagal mencapai kemajuan berarti.

2. Pasar cermati tarif dagang Trump

Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga sedang menghitung dampak dari kebijakan tarif baru AS. Hal itu menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) AS yang mengubah kerangka hukum pada beberapa langkah perdagangan.

Ibrahim menuturkan pengenalan bea masuk global atau pajak impor baru hingga 15 persen telah meningkatkan ketidakpastian terhadap prospek perdagangan dunia.

"Pasar menilai dampak dari tarif AS yang baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang mengubah kerangka hukum untuk beberapa langkah perdagangan," ujar dia.

3. Rupiah diproyeksikan melemah menjelang akhir pekan

Dalam setahun terakhir (52 minggu), rupiah bergerak di rentang Rp16.079 sampai Rp17.224 per dolar AS, dengan pelemahan atau depresiasi sejak awal tahun (year-to-date/ytd) sebesar 0,47 persen.

Untuk perdagangan Jumat (27/2/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak naik-turun secara tidak menentu, namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS.

Editorial Team