Telkom Cetak Laba Bersih Rp17,8 T Sepanjang 2025, Turun 20,48 Persen

- Telkom mencatat laba bersih Rp17,81 triliun sepanjang 2025, turun 20,48 persen dibanding tahun sebelumnya akibat penurunan pendapatan dan kenaikan beban penyusutan serta amortisasi.
- Aset Telkom per akhir 2025 turun 1,25 persen menjadi Rp287,76 triliun, sementara liabilitas naik tipis dan posisi kas meningkat hampir satu persen secara tahunan.
- Laporan keuangan Telkom tahun 2025 terlambat dirilis karena proses penyelesaian yang belum rampung dan kewajiban pelaporan tambahan ke SEC Amerika Serikat.
1. Pendapatan Telkom turun 2,15 persen
Penurunan laba didorong oleh capaian pendapatan yang juga merosot, di mana sepanjang 2025 Telkom mencetak pendapatan Rp146,74 triliun, turun Rp3,22 triliun atau 2,15 persen.
Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi sebesar Rp41,23 triliun, naik 0,08 persen (yoy). Beban penyusutan dan amortisasi naik drastis, yakni 10,15 persen, dari Rp34,18 triliun pada 2024, menjadi Rp37,65 triliun pada 2025.
Sementara itu, beban karyawan turun 2,65 persen (yoy), dari Rp16,81 triliun pada 2024, menjadi Rp16,36 triliun pada 2025.
2. Aset Telkom tergerus Rp3,63 triliun
Sepanjang 2025, Telkom mencatatkan liabilitas Rp137,19 triliun, naik 0,03 persen (yoy). Total liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp2,82 triliun, turun 3,67 persen (yoy). Namun, liabilitas jangka panjang naik 4,73 persen (yoy), dari Rp60,42 triliun pada 2024, menjadi Rp63,27 triliun pada 2025.
Posisi ekuitas perusahaan sebesar Rp150,54 triliun per 31 Desember 2025, turun 2,38 persen (yoy). Adapun posisi kas dan setara kas Telkom tercatat sebesar Rp34,23 triliun per akhir 2025, naik 0,95 persen (yoy).
Nominal aset Telkom per 31 Desember 2025 sebesar Rp287,76 triliun, turun Rp3,63 triliun atau 1,25 persen (yoy).
3. Telkom terlambat beri laporan keuangan
Laporan keuangan Telkom sepanjang 2025 terlambat dirilis. Hal itu diakui perusahaan dalam dokumen Penyampaian Informasi atau Fakta Material Mengenai Keterlambatan Penyampaian
Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 April 2026. Keterlambatan itu disebabkan proses penyelesaian yang masih berlangsung.
Di sisi lain, Telkom juga harus menyerahkan laporan keuangan kepada United States Securities and Exchange Commission (SEC), karena saham perseroan tercatat di Bursa Efek New York.
















