Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Temui BlackRock, Luhut Yakinkan Prospek Ekonomi Indonesia Tetap Baik

Temui BlackRock, Luhut Yakinkan Prospek Ekonomi Indonesia Tetap Baik
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Luhut Binsar Pandjaitan bertemu perwakilan BlackRock untuk meyakinkan bahwa prospek ekonomi Indonesia tetap positif di tengah reformasi dan transformasi layanan publik berbasis teknologi.
  • Pemerintah berkomitmen menerapkan government technology berbasis AI dengan dukungan penuh Presiden Prabowo, yang akan meninjau proyek percontohan pada Juli 2026 sebelum implementasi luas akhir tahun ini.
  • Luhut optimistis pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan transparansi, menarik investasi global, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 7–9 persen jika reformasi dijalankan konsisten.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan telah bertemu dengan perwakilan perusahaan investasi multinasional asal Amerika Serikat, BlackRock, pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Luhut berupaya meyakinkan investor global agar tidak pesimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk terus tumbuh seiring berbagai reformasi yang tengah dijalankan pemerintah, termasuk transformasi layanan publik berbasis teknologi.

"Minggu lalu ada perwakilan BlackRock datang ke kantor saya. Kami makan siang bersama dan saya menjelaskan berbagai perkembangan di Indonesia. Saya bilang kepada dia, jangan terlalu pesimis melihat Indonesia. Dengan penerapan government technology, banyak persoalan yang bisa kami selesaikan," ujar Luhut di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

1. Pemerintahan Presiden Prabowo komitmen lakukan reformasi

Luhut Binsar Panjaitan dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Dhemas)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Luhut mengatakan, perwakilan BlackRock sempat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan reformasi melalui penerapan government technology tersebut.

Menanggapi hal itu, Luhut menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan penuh terhadap penerapan government technology berbasis akal imitasi (artificial intelligence/AI). Presiden juga dijadwalkan meninjau sejumlah proyek percontohan pada awal Juli 2026.

"'Apakah Anda serius?' Saya jawab, serius. Presiden juga sudah setuju. Pada 6-9 Juli nanti Presiden akan meninjau proyek percontohan di beberapa lokasi. Setelah itu, implementasi secara lebih luas akan dilakukan pada Oktober-November tahun ini," katanya.

2. Pemanfaatan teknologi berbasis AI dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor

Ilustrasi Artificial Intelligence atau AI (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi Artificial Intelligence atau AI (Freepik/Rawpixel)

Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi kontak langsung dalam pelayanan publik sehingga meningkatkan transparansi, mempercepat deregulasi, serta memperkuat kepatuhan terhadap aturan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi berbasis AI dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia. Menurut Luhut, berbagai persoalan tata kelola yang selama ini menjadi perhatian investor dapat diminimalkan melalui digitalisasi layanan pemerintah.

Karena itu, Luhut mengaku tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Ia bahkan mengajak BlackRock untuk memanfaatkan peluang investasi yang tersedia di Indonesia.

"Saya juga bilang kepada BlackRock, this is the golden opportunity for you to invest Indonesia karena Indonesia tidak akan pernah collapse. Indonesia is a great country. We have so many smart people, so many good heart in this country, maybe some issue here and there, we can settle this," tuturnya.

3. RI masih ada peluang tumbuh

ilustrasi Artificial Inteligence (pexels.com/EVG)
ilustrasi Artificial Inteligence (pexels.com/EVG)

Luhut meyakini Indonesia masih berpeluang mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang, asalkan reformasi struktural dan berbagai proyek strategis pemerintah dijalankan secara konsisten.

"Saya tetap yakin Indonesia bisa tumbuh 7 persen hingga 8 persen, bahkan mungkin 9 persen dalam beberapa tahun ke depan, jika kita kompak dan konsisten menjalankan agenda yang telah ditetapkan," tuturnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More